BUMN  

Holding Perkebunan Nusantara Resmikan Pondok Rangkul

RADARINDO.co.id – Tapsel : PTPN IV PalmCo, Subholding di bawah Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), meresmikan Pondok Rangkul di Kebun Hapesong, Kecamatan Batangtoru, Kabupaten Tapanuli Selatan.

Pondok Rangkul dihadirkan sebagai ruang aman pemulihan trauma bagi masyarakat terdampak banjir, sekaligus bagian dari pendekatan pemulihan pascabencana yang menyentuh aspek psikososial.

Baca juga: Holding Perkebunan Nusantara Perkuat Ekosistem Kopi Robusta

Pondok Rangkul berdiri di kawasan perkebunan dan dirancang sebagai ruang inklusif bagi warga, khususnya anak-anak, ibu, dan keluarga, untuk memulihkan kondisi mental dan emosional setelah bencana. Sejak diresmikan, ruang tersebut menjadi tempat berinteraksi, berbagi cerita, serta membangun kembali rasa aman dan kebersamaan di tengah komunitas.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menyampaikan bahwa pengalaman penanganan bencana menunjukkan pemulihan tidak dapat berhenti pada bantuan fisik semata.

“Pondok Rangkul kami hadirkan sebagai ruang untuk bertumbuh bersama dan saling menguatkan. Pemulihan pascabencana harus menyentuh keutuhan manusia, bukan hanya rumah dan infrastruktur,” ujar Jatmiko, dalam keterangan tertulis, Senin (29/12/2025).

Ia menegaskan bahwa pendekatan psikososial tersebut dirancang sebagai program berkelanjutan, bukan kegiatan sesaat, agar pemulihan masyarakat dapat berlangsung secara utuh dan konsisten.

Pelaksanaan program pemulihan di Pondok Rangkul dilakukan melalui kolaborasi dengan Yayasan Pulih, lembaga yang berpengalaman dalam pendampingan psikososial pascabencana.

Direktur Yayasan Pulih, psikolog Livia Istania DF Iskandar, menjelaskan bahwa Pondok Rangkul menjadi ruang ramah bagi warga untuk memulihkan diri secara bertahap.

“Pemulihan mental, emosi, dan jiwa membutuhkan waktu dan kesinambungan. Di ruang yang aman, anak-anak dan orang tua bisa mengekspresikan perasaan, belajar kembali rasa aman, serta membangun ketahanan psikologis,” kata Livia.

Program yang dijalankan mencakup psychological first aid (PFA), kegiatan pemulihan trauma anak, pendampingan ibu dan keluarga, ruang bermain edukatif, serta sesi pemulihan berbasis komunitas. Seluruh rangkaian kegiatan direncanakan berlangsung selama enam bulan.

Baca juga: Terima Laporan Terduga Pelaku Pencabulan, Mapolres Sumenep Didemo

Direktur Fasilitasi Penanganan Korban dan Pengungsi BNPB, Nelwan Harahap, mengapresiasi kolaborasi antara dunia usaha dan lembaga profesional dalam program pemulihan ini. Menurutnya, penanganan bencana harus berlanjut hingga fase pemulihan sosial dan psikologis.

Melalui inisiatif ini, Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pemulihan pasca bencana yang menyeluruh, tidak hanya membangun kembali infrastruktur, tetapi juga memperkuat ketahanan mental dan sosial masyarakat, khususnya perempuan dan anak sebagai pilar keluarga di masa krisis. (KRO/RD/Red)