RADARINDO.co.id – Riau : Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN IV PalmCo terus mendorong kemandirian ekonomi perempuan di daerah sentra perkebunan. Salah satunya melalui pelatihan inovasi produk turunan sawit, khususnya pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai ekonomi.
Kegiatan yang diinisiasi Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (Aspekpir) serta menggandeng Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Dinas Perkebunan tersebut diikuti seratusan peserta, yang mayoritas merupakan perempuan dari wilayah Kabupaten Kampar.
Baca juga: PTPN Group Pasang PLTS di Gereja Katolik Kalbar
Region Head PTPN IV Regional III, Bambang Budi Santoso mengatakan bahwa penguatan peran perempuan menjadi salah satu kunci dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga petani sawit.
“Kita semua sepakat bahwa sawit adalah pohon kehidupan. Setiap jengkal tanaman sawit memiliki nilai yang bisa dimanfaatkan. Termasuk hari ini, melalui kegiatan ini, kita ingin mendorong perempuan agar memiliki keterampilan tambahan, sehingga mampu menciptakan produk bernilai jual dari sawit, bahkan dari limbahnya sekalipun,” katanya dalam keterangan tertulis, Senin (25/5/2026).
Ia menjelaskan, potensi besar sawit harus dapat terus digali untuk dikembangkan menjadi berbagai produk turunan, mulai dari pangan hingga kerajinan tangan.
Dalam pelatihan tersebut, peserta dibekali kemampuan mengolah umbut sawit menjadi camilan stik, memproduksi minyak angin berbasis sawit, hingga mengolah limbah lidi sawit menjadi kerajinan yang berpotensi menembus pasar ekspor.
“Ini membuktikan bahwa tidak ada bagian dari sawit yang tidak bermanfaat. Semua bisa diolah menjadi sumber ekonomi baru bagi masyarakat,” ujarnya.
Baca juga: SPBUN PT KPBN Hadiri Sosialisasi PPIP Holding Perkebunan Nusantara
Menurut Bambang, ketika perempuan memiliki keterampilan dan akses terhadap peluang usaha, maka ketahanan ekonomi keluarga akan semakin kuat. “Kami percaya, ketika perempuan berdaya, maka keluarga akan lebih sejahtera dan ekonomi daerah juga ikut tumbuh,” katanya.
Melalui kolaborasi yang baik ini, diharapkan pengolahan limbah sawit tidak hanya menjadi solusi lingkungan, tetapi juga menjadi sumber kemandirian ekonomi baru bagi perempuan di daerah perkebunan. (KRO/RD/Red)







