Buwas Bakal Telusuri Soal Penjualan Beras SPHP di Platform Online

52

RADARINDO.co.id – Jakarta : Direktur Utama (Dirut) Perum Bulog, Budi Waseso (Buwas) murka lantaran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kemasan 5 kg dijual di platform online termasuk Shopee.

Baca juga : Perusahaan Tak Miliki UKL UPL Harus Ditindak

Padahal, beras SPHP saat ini tidak untuk dijual di e-commerce. Untuk itu, Budi Waseso bakal menelusuri hal tersebut. “Nanti ada dari Satgas Pangan. Kalau ada penyimpangan akan ditelusuri,” kata Buwas di Jakarta, melansir tribun, Senin (11/9/2023).

Ketika ditanya apakah ada rencana melakukan takedown pada penjualan tersebut, Buwas menyatakan akan lebih dulu mengkomunikasikannya dengan pihak platform terkait. “Nanti kita komunikasikan lagi (ke e-commerce) biar bisa disampaikan (ditarik),” katanya.

Sementara, Kepala Badan Pangan Nasional, Arief Prasetyo Adi mengatakan bahwa pihaknya akan berkoordinasi terlebih dahulu bersama Menteri Perdagangan (Mendag), Zulkifli Hasan.

Pasalnya menurut Arief, kementerian yang membidangi transaksi penjualan online ada di Kementerian Perdagangan. “Nanti kita take down. Saya akan bicara dengan Menteri Perdagangan,” ujar Arief.

Menurutnya, beras SPHP yang dibanderol Rp 54.500 itu masih difokuskan untuk dijual ke toko ritel bukan di pasar online. Selain itu lanjutnya, penjualan beras SPHP di toko ritel juga dibatasi 2-3 pieces per orang.

Sebelumnya, Buwas juga menyatakan bahwa beras SPHP sudah membanjiri pasar-pasar di seluruh daerah melalui pedagang pengecer dan retail modern sejak Agustus lalu. Ia mengatakan, pihaknya secara intens memantau terus situasi SPHP beras dengan stok CBP yang Bulog kuasai saat ini sebanyak 1,6 juta ton.

Baca juga : Sunarmi Minta Ketua P3DPK Segera Berikan Surat Tanah Miliknya

“Maka kami yakinkan kepada seluruh masyarakat untuk tidak perlu panik karena Bulog memiliki stok yang sangat aman untuk kebutuhan stabilisasi harga beras sepanjang tahun,” kata Budi Waseso.

Buwas juga menegaskan, dari awal tahun hingga hari ini, Bulog sudah menggelontorkan sebanyak 756 ribu ton beras SPHP di seluruh Indonesia melalui pedagang pengecer dan juga retail-retail modern. Pihaknya juga sudah mengeluarkan instruksi ke seluruh jajaran bahwa penyaluran beras SPHP ini harus berjalan lancar sepanjang tahun. (KRO/RD/TRB)