RADARINDO.co.id – Jakarta : Dividen perusahaan negara untuk tahun buku 2025 berpotensi susut atau turun dari capaian tahun lalu senilai Rp85,5 triliun.
Kepala Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara, Rosan P Roeslani menyebut, hal itu dapat terjadi lantaran seluruh perusahaan plat merah diinstruksikan untuk tidak mempercantik laporan keuangan.
Baca juga: Kinerja Danantara Disorot, Diantaranya Soal Rencana Rasionalisasi Jumlah BUMN
Rosan mengatakan, penunjukkan pelaporan keuangan secara riil merupakan bagian dari strategi peningkatan dividen Badan Usaha Milik Negara (BUMN) senilai Rp165 triliun pada 2029.
Menurutnya, Danantara perlu mengetahui kondisi masing-masing BUMN sebelum melakukan evaluasi dan optimalisasi aset.
“Kami di Danantara ingin menampilkan laporan keuangan yang apa adanya, itu kami sampaikan ke seluruh BUMN. Jadi, dividen tahun ini akan ada koreksi karena langkah ini kami lakukan cukup masif,” kata Rosan di Hotel JS Luwansa, mengutip katadata, Senin (20/10/2025).
Rosan mengatakan, laporan keuangan BUMN 2025 akan dijadikan dasar untuk mengembangkan nilai setiap perusahaan milik negara hingga 2029. Dengan demikian, Rosan optimistis target deviden pada akhir pemerintahan Presiden Prabowo Subianto senilai Rp165 triliun dapat terealisasi.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengakui telah memberikan instruksi kepada BPI Dnanatara untuk merampingkan jumlah BUMN dari sekitar 1.000 unit menjadi sekitar 200 sampai 240 unit.
Selain itu, Kepala Negara meminta Danantara mengelola seluruh perusahaan plat merah dengan standar yang lebih tinggi. Prabowo menilai, tingkat pengembalian atau return investasi BUMN yang saat ini cenderung berada di rentang 1–2%.
Baca juga: Polres Labusel Gelar Olahraga Bersama Insan Pers
Menurut dia, return ini harus ditingkatkan secara signifikan agar sejalan dengan standar perusahaan global. Ketua Umum Partai Gerindra itu juga meminta manajemen Danantara agar mengelola BUMN dengan standar bisnis internasional, termasuk dalam hal tata kelola, efisiensi, dan kualitas sumber daya manusia. (KRO/RD/Kd)







