RADARINDO.co.id – Jakarta : Wakil Ketua DPR, Cucun Ahmad Syamsurijal, buka suara soal penonaktifan Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 1 Cimarga, Lebak karena menampar siswa yang kedapatan merokok di sekolah.
Cucun mempertanyakan nasib lembaga pendidikan kelak, jika setiap teguran keras yang diberikan tenaga pendidik justru direspons orangtua murid dengan membuat laporan polisi. “Ini kan harus jadi pemikiran kita bersama juga,” kata Cucun di Kantor DPP PKB, Jakarta, mengutip kompas, Jum’at (17/10/2025).
Baca juga: Mantan Dirut PTPN IV Reg 2 Diminta Tanggungjawab Soal Pengurusan HGU
Ia pun mendesak adanya evaluasi serius usai adanya peristiwa ini. Dalam penyusunan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas), menurutnya, perlu ada batasan (barier) yang jelas mengenai batasan kekerasan fisik dan verbal yang dapat membawa guru ke ranah hukum, meski hanya bertujuan untuk menegur.
Politikus PKB ini berpendapat, harus ada proteksi atau barrier antara guru dengan orangtua murid. Jika kejadian ini terus berulang, maka menurutnya, para orangtua tidak ingin anaknya memiliki karakter yang berakhlak.
“Saya sendiri enggak mau ya, justru adanya pendidikan di kita, culture kita, kemudian attitude anak Indonesia ini sudah melebar jauh,” ujarnya.
Cucun menyebut, saat ini budaya Indonesia asli masih terus bertahan, di mana semuanya harus bebas sesuai kemauan. Dia khawatir lembaga pendidikan jadi berantakan karena tidak adanya barrier atau batasan ini.
Laporan dugaan kekerasan terhadap siswa yang sebelumnya ditangani Polres Lebak ini rencananya tidak akan dilanjutkan. Kasus ini mencuat setelah Kepala SMAN 1 Cimarga, Dini Pitria, diduga menampar seorang siswa yang kedapatan merokok di lingkungan sekolah, yang memicu aksi mogok sekolah oleh 630 siswa.
Baca juga: Polsek Tanjung Morawa Ringkus Pelaku Curanmor, BB Honda Beat Diamankan
Gubernur Banten, Andra Soni, kemudian menonaktifkan Dini dan menunjuk pelaksana harian kepala sekolah sambil menunggu penyelidikan lebih lanjut.
Pada Rabu (15/10/2025), Andra mempertemukan Dini dan orangtua siswa di ruang kerjanya untuk menyelesaikan persoalan secara damai. Dini juga dipastikan akan diaktifkan kembali sebagai Kepala SMAN 1 Cimarga. (KRO/RD/Komp)







