Janda Penjual Kopi Ditemukan Tewas Mengenaskan

RADARINDO.co.id – Ponorogo : Seorang wanita penjual kopi ditemukan tewas dalam kondisi mengenaskan. Korban yang berstatus janda itu ditemukan di kawasan bekas bakaran kayu dan sampah di RT 03 RW 1 Kelurahan Tonatan, Kecamatan/Kabupaten Ponorogo, Tepatnya di timur lapangan Kodim 0802 Ponorog.

Baca juga : Medan Dilanda Cuaca Panas Capai 36,5 Derajat Celsius

Melansir tribunmedan, Senin (17/4/2023), salah seorang warga setempat, Dedy Kusuma, mengatakan bahwa insiden tersebut terjadi pada, Minggu (16/4/2023). Diketahui, korban ternyata dibunuh oleh kekasihnya sendiri hanya karena belum mau menikah. Korban sempat menghubungi sang anak, namun sayangnya nyawa tak tertolong.

Janda penjual kopi tersebut ditusuk di RT 03 RW 1 Kelurahan Tonatan, Kecamatan/Kabupaten Diketahui, wanita ini ditemukan tewas dengan luka tusukan di lokasi bekas bakaran kayu dan sampah. Saat itu terdengar ada dua orang bertengkar di sekitar lokasi. Tak lama kemudian, ada seorang kerabatnya datang setelah korban meminta bantuan via telepon.

“Dari informasi yang saya dapat, ada luka tusuk. Saat ditemukan masih hidup lalu ditolong dibawa ke rumah sakit,” kata Dedy sembari mengatakan bahwa korban bukan warga Kelurahan Tonatan, namun indekos di sekitar lokasi.

Sementara, Kasatreksrim Polres Ponorogo, AKP Nikolas Bagas Yudhi Kurnia membenarkan dugaan korban dibunuh. “Sempat dibawa ke rumah sakit kemudian meninggal dunia. Kami duga memang korban pembunuhan,” kata AKP Nikolas.

Dari hasil penyelidikan terungkap korban berinisial SW (50) warga Desa Jurug, Kecamatan Sooko, Kabupaten Ponorogo. Korban tinggal indekos di sekitar lokasi.

Baca juga : Walikota Padang Sidimpuan dan GERCEP Berbagi Kebahagiaan

Kapolsek Ponorogo Kota, Iptu Moh Sahid Mustofa mengungkap sosok yang ditelpon korban sebelum meninggal dunia adalah sang anak. Anak korban datang ke lokasi melihat ibunya sudah penuh luka. Saat polisi datang, kondisi SW masih hidup meski penuh luka.

“Setelah sampai di lokasi kami bawa korban ke RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah). Jam 01.00 WIB penemuannya. Tetapi korban tidak tertolong. Pukul 04.00 WIB korban dinyatakan meninggal dunia,” katanya.

Kronologinya kejadian ini merupakan penganiayaan yang mengakibatkan meninggal dunia. Pelaku masih dalam lidik “Untuk motif dalam lidik Simpang siur kami pastikan kembali, saksi satu-satunya hanya korban sendiri. Karena daerah sepi,” pungkasnya. (KRO/RD/TRB)