RADARINDO.co.id – Sergai : Kepala Desa (Kades) se-Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), mengaku resah kerap diperas dan didemo. Aksi demo berjilid tersebut diduga dilakukan oknum yang tidak terakomodir mendapat kegiatan di desa.
Baca juga: Program TJSL PTPN IV Regional I Sentuh 503 Objek
Salah satunya oknum Kepala Desa di Kecamatan Dolok Masihul. Dimana, dia mengaku resah dengan oknum berinisial AA yang mengatasnamakan Aliansi Peduli Desa. AA katanya, datang ke desa untuk menitipkan kegiatan Bimtek, namun tidak terakomodir karena anggaran sudah tersusun.
Alhasil sebutnya, oknum AA tersebut mengancam melakukan aksi demo berjilid di Pemkab Sergai maupun di Polres dan Kejaksaan Sergai. Bahkan oknum AA tersebut meminta imbalan uang sebesar Rp2,5 juta.
“Permintaan oknum AA tidak terakomodir, lalu melakukan demo dan memeras, siapa yang memberikan uang, maka desanya tidak dilibatkan dalam tuntutan aksi,” ucap Kades yang tidak mau disebut namanya itu, melansir waspada, Rabu (09/7/2025).
Hal senada juga diungkapkan Kades di Kecamatan Teluk Mengkudu. Oknum AA disebut meminta kegiatan Bimtek di desa, namun tidak terakomodir dan akan melakukan aksi demo dengan menuding desa melakukan korupsi.
“Ke desa saya juga sudah datang, meminta kegiatan Bimtek namun saya katakan anggaran sudah tersusun mungkin bisa di tahun 2026 mendatang, tapi saya sudah diancam akan didemo, itu yang buat kita kecewa meminta kok memaksa dan mengancam,” ucapnya.
Akibat demo yang diduga disponsori AA itu, kepala desa menjadi tidak tenang dalam bekerja, bahwa kepala desa ada yang harus berurusan dengan pihak kepolisian.
“Kita juga kecewa, maunya pihak kepolisian jangan langsung percaya, inikan ada kepentingan pribadi yang tidak tersalurkan, bahkan kawan-kawan kami sudah ada yang diperas oleh oknum tersebut,” ucapnya.
Sementara, AA membantah apa yang ditudingkan kepadanya. “Itu semua tidak ada, aksi demo saya juga tidak tahu, begitu juga dengan meminta kegiatan Bimtek saya juga tidak tahu,” ucapnya.
Baca juga: Tragis, Ibu Kandung di Paluta Tega Banting Bayinya Hingga Tewas
Kesal dengan aksi demo berjilid, ribuan perangkat desa dan kepala desa (Kades) se-Kabupaten Sergai, melakukan aksi damai, Senin (07/7/2025). Namun, diduga ada tekanan membuat aksi itu batal.
Pasalnya, dari ribuan peserta aksi damai hanya ada puluhan perangkat desa dan kepala desa yang tampak hadir. (KRO/RD/WSP)







