RADARINDO.co.id – Jakarta : Kementerian Kehutanan (Kemenhut) terus melakukan perbaikan konservasi atau habitat gajah di kawasan Peusangan, Aceh, dengan melibatkan masyarakat sekitar sebagai bagian dari solusi mengurangi konflik manusia dan gajah.
Baca juga: Wawako Hadiri Paripurna Penyampaian Pendapat Akhir RPJMD Tanjungbalai
Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni mengatakan, pemerintah tengah mengintensifkan upaya konservasi gajah. Termasuk di wilayah konsesi di Aceh Tengah untuk perlindungan satwa terancam punah tersebut.
“Disisi lain nanti ada pemberdayaan masyarakatnya juga sejahtera. Dan hubungan antara gajah dan manusia bisa terjadi dengan baik, sama-sama sejahtera antara gajah dan manusia,” kata Raja Juli di Jakarta, Kamis (07/8/2025) lalu.
Raja Juli menyebut, saat ini terdapat 12 desa penyangga di sekitar kawasan Peusangan Elephant Conservation Initiative (PECI), yang nantinya dilibatkan dalam program konservasi dan pemberdayaan.
Langkah konkret yang dilakukan mencakup identifikasi pola tanam dan tata guna lahan desa. Kemudian pembangunan sistem pertanian berkelanjutan, serta kerjasama dengan perusahaan untuk menyerap hasil panen masyarakat.
Baca juga: KPK Bersama Kejagung Selidiki Pengadaan Google Cloud di Kemendikbud
CEO WWF Indonesia, Aditya Bayunada, menegaskan pentingnya membangun kembali kepercayaan masyarakat di sekitar habitat gajah. Menurutnya, konflik kerap terjadi karena perubahan fungsi habitat menjadi lahan pertanian.
“Kita harus membuat habitat agar nyaman bagi gajah, dan juga membangun kapasitas masyarakat agar tahu cara bersikap ketika gajah mendekat,” ujar Aditya. (KRO/RD/RRi)







