BUMN  

Komplek Yangambi Terendam Banjir, PT RPN Salurkan Bantuan Tanggap Darurat

RADARINDO.co.id – Medan : Banjir dengan ketinggian air mencapai 2 hingga 4 meter yang melanda wilayah Komplek Yangambi PPKS Medan baru-baru ini, mengakibatkan sejumlah rumah warga terendam hingga bagian atap.

Menyikapi kondisi darurat tersebut, PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN) melalui Pusat Penelitian Kelapa Sawit (PPKS), yang merupakan bagian dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), segera mengerahkan bantuan tanggap bencana untuk membantu masyarakat terdampak.

Baca juga: PTPN IV PalmCo Percepat Pemulihan Pasca Bencana Sumatra, Puluhan Alat Berat Dikerahkan

Kepala PPKS, Winarna, turun langsung ke lokasi banjir untuk memastikan kondisi warga, tingkat kerusakan, serta mengidentifikasi kebutuhan mendesak yang harus segera ditangani.

Kehadiran pimpinan di lapangan menjadi bagian dari upaya PPKS dalam merespons cepat situasi darurat sekaligus memastikan langkah-langkah penanganan dilakukan secara tepat sasaran.

“Tim kami bergerak cepat menyiapkan langkah-langkah tanggap darurat untuk memastikan kebutuhan dasar warga dapat segera terpenuhi. Situasi di lapangan sangat memerlukan respons yang cepat dan terkoordinasi,” ujar Winarna, dalam keterangan tertulis, Jum’at (19/12/2025).

Selain itu, Ikatan Keluarga Besar Istri (IKBI) Basis PPKS turut berperan aktif dengan mendirikan posko bantuan dan dapur umum. IKBI terlibat dalam proses pendataan warga terdampak, penyediaan logistik, hingga distribusi bantuan kepada korban banjir.

Sinergi antara tim lapangan yang dipimpin langsung oleh Kepala PPKS dan dukungan operasional IKBI di posko menjadikan proses penanganan bencana berjalan lebih terarah dan efektif.

Baca juga: Sambut Ibadah Natal, PTPN IV Regional V Salurkan Bantuan Sosial

PT RPN menegaskan komitmennya sebagai bagian dari Holding Perkebunan Nusantara untuk terus memantau perkembangan situasi hingga kondisi kembali pulih.

Perusahaan berharap bantuan tanggap darurat yang disalurkan dapat meringankan beban masyarakat terdampak sekaligus mempercepat proses pemulihan pascabencana. (KRO/RD/Red)