RADARINDO.co.id – Surabaya : Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman, melaksanakan kunjungan kerja ke Provinsi Jawa Timur yang dipusatkan di Gedung Grahadi, Surabaya.
Kunjungan kerja tersebut dirangkaikan dengan rapat koordinasi percepatan hilirisasi perkebunan dan penguatan ketahanan pangan nasional.
Baca juga: Sepanjang 2025, PTPN IV Regional 3 Tanam 10.500 Pohon di Riau
Dalam kegiatan tersebut, Menteri Pertanian didampingi Direktur Jenderal Perkebunan Abdul Roni Angkat dan Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) Mahmudi, serta dihadiri jajaran Direksi PTPN Holding (Persero).
Rapat koordinasi ini turut dihadiri Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur, Panglima Kodam V/Brawijaya, Kapolda Jawa Timur, jajaran Forkopimda, serta Kepala Daerah kabupaten/kota se-Jawa Timur.
Rapat bertujuan memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan BUMN perkebunan dalam percepatan hilirisasi sektor perkebunan, khususnya komoditas tebu guna meningkatkan nilai tambah serta memperkuat ketahanan pangan nasional.
Dalam arahannya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa Indonesia berada di ambang pencapaian sejarah baru dalam swasembada pangan nasional. Ia menyampaikan optimisme bahwa target swasembada dapat dicapai jauh lebih cepat dari proyeksi awal.
Direktur Jenderal Perkebunan, Abdul Roni Angkat menyampaikan bahwa percepatan swasembada gula nasional dilakukan secara bertahap dengan menitikberatkan pada perluasan lahan dan percepatan penanaman tebu, terutama di Jawa Timur sebagai basis utama industri gula nasional.
“Percepatan ini kita lakukan step by step melalui perluasan areal dan akselerasi tanam tebu. Jawa Timur menjadi fokus utama karena mayoritas pabrik gula berada di wilayah ini, sehingga menjadi kunci keberhasilan swasembada gula nasional,” ujar Abdul Roni Angkat.
Sementara itu, Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara Mahmudi menegaskan kesiapan PT SGN dalam mendukung kebijakan pemerintah melalui penguatan sisi hulu dan hilir industri gula.
Baca juga: KPK Periksa Eks Sekdis Pemkab Bekasi Terkait Kasus Ijon Proyek
“Kami menyiapkan program revitalisasi dan peningkatan kapasitas pabrik gula yang saat ini rata-rata masih di kisaran 70 persen. Untuk mendukung tambahan produksi tebu, PT SGN menyiapkan investasi sekitar Rp800 miliar guna menghilangkan bottleneck dan mengoptimalkan kinerja 24 pabrik gula,” kata Mahmudi, dalam keterangan tertulis, Senin (05/1/2026).
Melalui rapat koordinasi ini, pemerintah berharap percepatan hilirisasi perkebunan dan penguatan industri gula nasional dapat berjalan lebih terintegrasi, sekaligus menjadi fondasi menuju swasembada pangan dan gula nasional yang berkelanjutan. (KRO/RD/Red)







