RADARINDO.co.id – Medan : Puluhan pengusaha yang menjalankan bisnis di daerah Kecamatan Medan Petisah, khususnya pengusaha mobil bekas di Jalan Nibung Raya Medan, menemui calon Wakil Walikota Medan nomor urut 3, Yasyir Ridho Loebis, di Jalan Iskandar Muda, Medan, baru-baru ini.
Pada pertemuan itu, para pengusaha dan Forum Petisah Bersatu mengeluh lantaran Hak Guna Bangunan (HGB) gedung yang mereka tempati tidak lagi diperpanjang oleh pemerintah.
Mereka meminta, pasangan Hidayatullah-Yasyir Ridho Loebis (HIRO) jika diamanahkan menjadi Walikota Medan, berani mengambil sikap untuk memperpanjang HGB atau jika memungkinkan untuk melepaskan kepada mereka menjadi hak milik.
Baca juga: Pj Gubernur: Sumut Bisa Jadi Barometer Pilkada Terbaik se-Indonesia
Ketua Forum Petisah Bersatu, Perry Iskandar mengatakan, saat ini mereka tidak bisa memperpanjang HGB atas gedung-gedung yang mereka tempati sejak puluhan tahun lalu. Mereka diminta pemerintah untuk menyewa gedung-gedung selama 5 tahun.
“Saya dengar kawasan tersebut mau dijadikan kota satelit. Luasnya itu 40 hektare dan terdapat lebih dari 2 ribu kepala keluarga,” kata Perry didampingi Benny dan tokoh masyarakat Zulkifli Lubis dan para pengusaha.
Perry menjelaskan, pihaknya sudah menempuh berbagai cara agar HGB atas bangunan tersebut bisa diperpanjang hingga ke Kementerian Keuangan, BPN/ATR dan Kemendagri. Namun, upaya tersebut selalu kandas.
“Kami ingin jika pasangan HIRO menjadi pemimpin di Medan untuk memperjuangkan masalah ini. Kami mengharapkan HGB diperpanjang atau dilepas menjadi hak milik. Kami yakini, Paslon (pasangan calon) HIRO ini yang paling berani untuk bersikap kepada warga Medan,” ujarnya.
Sedangkan, Antoni Winarta salah satu pengusaha di Petisah mengatakan, perpanjangan HGB terkendala, mungkin antara kementerian yang multitafsir. “Kita harapkan HIRO merupakan pemimpin yang berani menerobos ini semua untuk membela rakyat dan hak rakyat dikembalikan,” harap Antoni.
Akibat tak diperpanjangnya HGB itu, Antoni dan teman-temannya tidak bisa lagi mengajukan pinjaman modal ke bank. Padahal, pinjaman modal dari bank merupakan sumber mereka melakukan kegiatan usaha.
Menanggapi permasalahan itu, calon Wakil Walikota Medan, Yasyir Ridho Loebis mengatakan, pasangan HIRO akan memikirkan jalan keluar dari masalah tersebut jika diamanahkan memimpin Kota Medan. Nantinya, lanjut Yasyir Ridho, pihaknya akan memanggil dinas terkait untuk mendengarkan situasi yang terjadi.
Baca juga: Anggaran Honor Jasa Tenaga Ahli Badan Keuangan dan Aset Daerah Kota Medan Disoal
“Saya sangat memahami masalah ini. Saat ini, saya tidak bisa melihat secara utuh karena belum mendapatkan amanah. Kalau saya jadi pemimpin, itu bisa dirunut dari awal hingga akhir. Lalu kita ambil kesimpulan, kita belum mendengar apa dari pemerintah, jika saya jadi pimpinan, saya akan bertanya dengan staff, jadi mana yang betul,” kata Yasyir Ridho.
Wakil Ketua DPRD Sumut tahun 2019-2021 itu mengatakan, pasangan HIRO bertekad akan menghadirkan keadilan bagi seluruh masyarakat Kota Medan. Menurutnya, sikap adil harus dimulai dari pemimpin itu sendiri.
Menurut Yasyir Ridho, masyarakat berhak atas HGB. Ia mengaku, sangat memahami kondisi yang dialami masyarakat Petisah akibat dari tidak adanya perpanjangan HGB. (KRO/RD/WOL)







