Pasar Tradisional Tanjung Pura Tak Aman, Belasan Kios Jadi Sasaran Maling

Nuraida, salah satu pedagang di kios Pasar Tradisional Tanjung Pura, Langkat, memberikan keterangan terkait bobolnya kios dagangan miliknya disatroni maling.

RADARINDO.co.id – Langkat : Sejumlah pedagang di Pasar Tradisional, Kecamatan Tanjung Pura, Kabupaten Langkat, mengaku resah atas maraknya aksi pencurian di pasar baru tersebut.

Para pedagang menganggap, pasar tradisional itu sangat rawan maling atau tidak aman. Dimana, belasan kios berisi barang dagangan milik para pedagang, menjadi sasaran maling. Akibatnya, pedagang mengalami kerugian hingga jutaan rupiah.

Baca juga: Kantor Pusat Panin Dai-ichi Life Didatangi Lantaran Tak Bayar Klaim Asuransi, Wartawan Dilarang Meliput

Nuraida Silalahi, salah seorang pedagang di Pasar Tradisional Tanjung Pura menyebut, ada sekitar belasan kios yang menjadi sasaran empuk para maling.

Perempuan yang berdagang barang pecah belah itu mengaku mengalami kerugian sekitar Rp4 juta, akibat barang dagangan miliknya raib disatroni maling.

“Sejumlah barang dagangan milik saya yang ada didalam kios, hilang disatroni maling. Kerugian sekitar Rp4 juta. Kami ada sekitar belasan pedagang yang mengalami hal serupa,” terangnya, Rabu (14/1/2025).

Menurutnya, kejadian tersebut telah mereka laporkan kepada pihak penjaga pasar. Namun ungkapnya, hingga saat ini tidak ada respon dari para penjaga kios.

“Kejadian ini telah kami laporkan kepada pihak penjaga kios Pasar Baru Tradisional Tanjung Pura. Namun hingga kini tidak ada respon dari mereka,” ungkapnya.

Padahal katanya, setiap harinya para pedagang di pasar tersebut menyetor uang hingga Rp11 ribu. Menurutnya, uang tersebut sudah termasuk untuk distribusi pajak, kebersihan, hingga keamanan.

Tetapi konyolnya, meski telah menyetor uang Rp11 ribu/hari, termasuk untuk keamanan, kios milik justru tidak aman dan jadi sasaran empuk para maling.

“Kami, para pedagang disini harus mengeluarkan uang sebesar Rp11 ribu setiap harinya. Uang kutipan itu untuk distribusi pajak, kebersihan dan keamanan. Tapi kenyataannya, kios kami tidak aman,” tukasnya.

Nuraida menyebut, kejadian tersebut seharusnya menjadi tanggungjawab penuh para pengelola pasar. “Mereka harus bertanggungjawab atas kemalingan yang menimpa para pedagang. Jangan hanya menerima upeti saja, tetapi cuek atas kejadian yang menimpa para pedagang,” cetusnya kesal.

Baca juga: Wakil Walikota Tanjungbalai Terima Kunker Bapemperda DPRD Sumut

Beberapa pedagang di Pasar Tradisional Tanjung Pura, telah melaporkan insiden bobolnya sejumlah kios tersebut ke pihak Kepolisian.

Hingga berita ini dilansir, pihak pengelola kios Pasar Tradisional Tanjung Pura, belum terkonfirmasi untuk dimintai keterangan terkait hal tersebut. (KRO/RD/Tim)