Sumut  

RDEE Gelar Pelatihan Pembuatan ECO Enzim

RADARINDO.co.id – Medan : Relawan Dunia ECO Enzim (RDEE) Medan-Deli Serdang Region Sumatera Utara, menggelar pelatihan pembuatan ECO Enzim, Selasa (23/9/2025) di JS Farm Jalan Mekatani No. 1 Marindal I, Kecamatan Patumbak, Kabupaten Deli Serdang.

Para peserta merupakan kalangan mahasiswa dari Akademi Kesehatan Deli Husada dan Universitas Islam Sumatera Utara, kelompok tani, Ikatan Penyuluh Agama Republik Indonesia (IPARI), serta perwakilan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Baca juga: BUMN Akan Dirampingkan Jadi 200 dari Total Sekitar 1000

“Kami hadir di pelatihan ini sesuai arahan dari Kementerian Agama dalam hal ini Menteri Agama, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, yang mencanangkan program kerja Asta Protas, 8 Program Prioritas yang diantaranya ECO Teologi,” ungkap Nunung, seorang peserta kegiatan.

Sementara, Ketua IPARI Kemenag Kota Medan, Marasakti Dalimunthe mengatakan, pihaknya turut ambil bagian untuk mensukseskan program tersebut.

“Karena Kementerian Agama punya program ECO Teologi, maka kami dari penyuluh agama ikut ambil bagian untuk mensukseskan program ini. Saat ini, yang sedang kami galakkan di Kota Medan dan Provinsi Sumatera Utara adalah program Rawat Bumi atau Cinta Bumi, Zero Waste dan ECO Enzim,” terangnya.

Sedangkan, Pembina RDEE Medan-Deli Serdang, drh Djodi Singgih, dalam kesempatan itu menjelaskan, kulit buah-buahan seperti jeruk, nenas, pisang, mangga, buah naga, dan alpukat, jika dibuang akan menghasilkan gas serta dapat menimbulkan efek rumah kaca, yang menyumbang kerusakan lapisan ozon di atmosfer bumi, sehingga panas matahari tidak terserap.

Melalui metode pengolahan ECO Enzim katanya, limbah kulit buah-buahan tersebut memiliki banyak manfaat. Diantaranya menetralkan suhu panas ruangan, dan bisa juga untuk pembersih lantai.

Selain itu, mengembalikan unsur hara tanah yang hilang sehingga tanah menjadi subur, mencuci peralatan rumahtangga, membunuh bakteri jahat, menghilangkan bau, mencuci sayur dan buah serta meredakan luka.

Baca juga: Polda Sumut Ungkap Sindikat Perdagangan Bayi di Medan, Beraksi Sejak 2023

“Masih banyak lagi turunan produk dari ECO Enzim dengan penambahan jenis bahan tumbuhan dan rempah tertentu, sehingga mampu menggantikan jenis insektisida berbahan kimia” ungkapnya.

Menurut Djodi, saat ini pihaknya sedang mendaftar ke badan PBB dengan kegiatan yang berbasis lingkungan hidup, sehingga kegiatan yang mereka lakukan akan lebih luas jangkauannya. (KRO/RD/BS)