BUMN  

Ribuan Batang Pohon Kopi Milik PTPN I Regional V Dirusak OTK

RADARINDO.co.id – Jatim : Ribuan batang pohon kopi milik PTPN I Regional V di Desa Kaligedang, Kecamatan Ijen, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, dirusak orang tak dikenal (OTK).

Diduga, perusakan pohon kopi berusia 3 tahun atau masuk kategori Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) dilahan seluas 4,6 hektar itu, akibat konflik lahan antara masyarakat dan pihak PTPN I.

Baca juga: Dinas SDABMBK Medan Bergerak Cepat Tangani Dampak Banjir

Ditaksir, ada sekitar 6000 batang lebih pohon kopi yang dirusak OTK, dan disinyalir terjadi pada, Minggu (12/10/2025) malam.

Kapolsek Ijen, Iptu Suherdi, mengatakan bahwa tim gabungan dari Polres Bondowoso, Polsek Sempol, Brimob, serta personel TNI dari Subramil Ijen dan Kodim 0822, diterjunkan ke lokasi.

“Dari hasil pemeriksaan awal, sedikitnya 6.661 batang pohon kopi jenis Arabika ditemukan dalam kondisi ditebang. Tanaman tersebut berusia sekitar tiga tahun atau masuk kategori Tanaman Belum Menghasilkan (TBM),” ujar Suherdi.

Menurutnya, pengerusakan terjadi secara sistematis di beberapa petak lahan sekaligus. Pohon-pohon kopi yang ditebang tersebar di petak Blok E nomor 1, 2, 4, 5, 10, 11, 12, dan 13.

Hingga kini, pihak Kepolisian masih berupaya mengumpulkan bukti dan keterangan dari pihak PTPN serta warga sekitar. Pihak PTPN katanya, telah melaporkan secara resmi kasus tersebut.

Meski motif pengerusakan belum terungkap, namun polisi menduga ada kaitan dengan konflik lahan yang selama ini terjadi antara pihak perkebunan dan warga sekitar. “Informasi awal yang kami dapat, peristiwa ini bisa jadi dipicu oleh sengketa lahan yang belum tuntas,” ungkap Suherdi.

Hal senada juga dikatakan Camat Ijen, Wisnu Hartono, yang menduga bahwa kasus perusakan itu terkait konflik lahan yang sebelumnya terjadi antara masyarakat dan pihak PTPN.

Baca juga: Program BKKBN Dapat Dukungan dari Pemprov Sumut

Konflik antara pihak PTPN I Regional V dan masyarakat sempat memanas beberapa waktu lalu, yang hingga kini belum menemukan titik penyelesaian. Wisnu menghimbau, seluruh pihak tetap menjaga kondusifitas wilayah.

“Kami harap semua menahan diri. Kemarin di DPRD Bondowoso sudah menggelar rapat untuk membahas dan mencari solusi dari persoalan konflik lahan yang terjadi antara masyarakat dan PTPN,” jelasnya.

Menurut Wisnu, pihak kecamatan sebelumnya juga telah meminta pihak PTPN agar duduk bersama masyarakat untuk mencari solusi terbaik terkait persoalan relokasi. (KRO/RD/jp)