Sapa Desa Pakam, Bupati Batu Bara Ditepungtawari

RADARINDO.co.id – Batu Bara : Menjelang berakhirnya masa jabatan periode pertama sebagai Bupati Batu Bara, Ir. H. Zahir, M.AP., menggencarkan progam Bupati Menyapa Desa (Bupades) sebagai sarana untuk ajang silaturahmi dan berpamitan kepada masyarakat secara langsung.

Baca juga : Polres Sergai Ciduk Dua Pria Terduga Pengedar Sabu

Pada kesempatan kali ini, Bupati Zahir menyapa Desa Pakam, Kecamatan Medang Deras, Sabtu (25/11/2023) malam. Kehadiran Bupati Zahir disambut hangat dengan tradisi tepung tawar oleh Kepala Desa Pakam Rajali Pandiangan, tokoh masyarakat dan tokoh agama.

Tepung tawar dilakukan sebagai bentuk rasa syukur dan dukungan masyakarat Desa Pakam yang menilai bahwa Bupati Zahir telah memberikan dampak positif bagi masyarakat.

Dalam Bupades ini, Bupati Zahir juga berpamitan dengan warganya mengingat masa jabatannya yang akan berakhir pada Desember 2023 mendatang.

“Jadi saya datang hari ini karena tanggal 27 Desember 2023 jabatan saya berakhir sebagai Bupati Batu Bara. Saya meminta maaf karena ketika memimpin ada yang merasa puas, ada yang tidak puas, ada yang senang dan ada juga yang tidak senang,” ungkap Bupati Zahir.

Baca juga : Depresi Mobil Rental Dilarikan Orang, Pria Ini Gantung Diri di Kamar Mandi

Kades Pakam Rajali yang juga sebagai jamaah Al-Washliyah mendukung sepenuhnya seluruh program kerja Bupati Zahir selama 5 tahun belakangan. Rajali menyebut bahwa Bupati Zahir juga merupakan jamaah Al-Washliyah yang pernah menjabat sebagai Bendahara PW Al Jam’iyatul Washliyah Sumut.

Rajali juga mengungkapkan jika masyarakat Desa Pakam rindu akan sapaan dan kebersamaan bersama kepala daerah yang dikenal tegas tersebut. “Pada malam hari ini kita duduk sama rendah, berdiri sama tinggi, duduk bersama di pelataran dengan Bapak Bupati yang kita cintai,” ungkapnya. Seperti biasa, setiap turun ke desa, Bupati Batu Bara tak lupa memberikan bantuan beras dan alat vacum cleaner. Selain itu, kelompok tani Karya Tani juga diberikan rumah Rice Milling Unit (RMU) dan mesin RMU guna mendorong ketahanan pangan, mensejahterakan dan meningkatkan nilai tambah bagi petani. (KRO/RD/DHASAM)