Tak Terima Anaknya Ditegur Merokok, Orangtua Murid Ketapel Mata Guru

354

RADARINDO.co.id – Bengkulu : Sebagai orangtua murid, seharusnya mendukung para guru dalam melakukan hal-hal positif terhadap anak didiknya. Seperti memberikan teguran jika sang anak melakukan kesalahan.

Baca juga : Pemkab Bersama Polres Batu Bara Tingkatkan Kesiapsiagaan Penanganan Karhutla

Namun tidak bagi orangtua murid di SMAN 7 Rejang Lebong, Bengkulu ini. Dia tega mengetapel mata guru olahraga hingga terancam buta lantaran tak terima anaknya ditegur merokok.


Tak hanya diketapel, guru penjas bernama Zaharman (58) itu juga sempat diancam menggunakan senjata tajam (sajam) oleh terduga pelaku berinisial AJ (45) warga Desa Simpang Beliti Kecamatan Binduriang Kabupaten Rejang Lebong.

Melansir tribunmedan.com, Kamis (03/8/2023), dugaan penganiayaan tersebut berawal saat korban menegur anak pelaku yang kedapatan merokok di belakang sekolah saat jam pelajaran. Saat itu, murid berinisial PDM (16) ditegur korban dan langsung berlari pulang serta memanggil orangtuanya.

Setelah menerima keluhan dari anaknya, pelaku langsung datang ke sekolah anaknya. Pelaku masuk ke sekolah dan memberi tahu satpam bahwa anaknya dipukul oleh korban. Kemudian satpam mencoba untuk menahan, tetapi wali murid tersebut malah mengeluarkan pisau dan ketapel.

Setelah usaha paksa, akhirnya orangtua siswa tersebut berhasil masuk ke sekolah dan bertemu dengan korban. Saat itu, wali murid tersebut langsung mengarahkan ketapel ke korban hingga mengenai matanya.

Melihat mata korban mengeluarkan darah, wali murid tersebut panik dan langsung berlari ke luar dari area sekolah. Akibat terkena ketapel tersebut, Zaharman harus menjalani operasi. Bola mata yang sebelumnya masih bisa melihat dengan jelas terpaksa diangkat oleh dokter karena rusak akibat ketapel. Ironisnya, bola mata sebelah kiri korban mengalami katarak. Dampaknya, kini korban nyaris tak bisa melihat lagi

Anak korban, Ilham Mubdi, mengatakan bahwa saat ini Zaharman sudah sadarkan diri dan masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Ar Bunda Kota Lubuklinggau. Ilham menyatakan bahwa kondisi ayahnya sudah sadar, tetapi hanya memiliki satu mata karena bola mata sebelah kanan hancur dan menyebabkan cacat permanen.

Baca juga : Sambut HUT RI ke-78, Kades Lubuk Siam Laksanakan Gotong-royong

Ilham juga mengonfirmasi bahwa operasi yang dilakukan di RS Ar Bunda adalah pengangkatan bola mata karena luka pada mata kanannya sangat berat sehingga mata tersebut sudah tidak berfungsi lagi.

Selain itu, Ilham juga mengaku bahwa ayahnya kemungkinan akan mengalami kebutaan permanen di kedua mata, mengingat mata kiri ayahnya telah mengalami katarak.

Kapolsek PUT, Iptu Hengky Noprianto SH MH menjelaskan bahwa setelah menerima laporan, pihaknya langsung melakukan penyelidikan, meminta keterangan dari sejumlah saksi, dan melakukan olah TKP. Pihak kepolisian juga langsung mendatangi rumah AJ untuk penjemputan, tetapi saat tiba di sana, AJ sudah tidak ada dan yang ditemukan hanya keluarganya. Berdasarkan keterangan keluarga, AJ tidak pulang setelah kejadian. (KRO/RD/TRB)