Terjadi Pro dan Kontra Atas Penertiban Baliho Tanpa Izin Pemkab Jember

213 views

RADARINDO.co.id – Jember : Jember sempat di hebohkan dengan adanya Penertipan BALEHO yang di lakukan oleh Pol PP mewarnai Pro dan kontra. Begitulah dinamika kehidupan termasuk reklame Insidental yang dilakukan petugas Satpol PP pemkap Jember menjelang lebaran kemarin .

Kebijakan tersebut menimbulkan oligarki sempat protes padahal bagi masyarakat tidak begitu bermasalah atau tidak begitu di permasalahkan di saat saat masarakat bergembira karena bisa merayakan Idul Fitri yang selama ini di nanti bati bisa berkumpul sama keluarganya .

Baca Juga : Ketua DPRD Medan Tekankan 9 Kegiatan Prioritas

Bupati Hendy Siswanto saat menjelang apel di alun alun jembe ada Senin
(9/5/2022).

Menyampaikan, akan segera melakukan evaluasi tentang kebijakan mengenai Penertipan Baleho yang sempat ramai di permasalahkan sejumblah kalangan.

Entah yang mana yang di permasalahkan belum faham maksudnya. sebab yang di tertipkan hanya baleho yang tidak berpajak.

Kendati demikian, Kami atas nama Pemkab Jember mengucapkan Mohon Maaf Lahir Dan Bathin, ungkap Hendy Siswanto saat apel Senin pagi.

Hendy Siswanto menambahkan, dalam tindakan Penertipan Baleho tersebut dikarenakan menurunnya pendapatan daerah di sektor pajak sangat menurun drastis.

Akhir bulan April 2022 pendapatan pajak Reklame 7,8 M. Nyatanya yang di dapat hanya 1,6 Milyar. Jadi penurunan Baleho itu berkaitan dengan penurunan PAD khususnya dari sektor pajak yang di dapat.” tambahnya.

Akhirnya Farouq, selaku Ka Satpol PP Pemkab Jember menerbitkan surat Resmi tertanggal 27/4/2022, isi dalam surat tersebut Farouq memastikan sebagian besar atribut dan Baleho banyak yang tanpa memiliki izin Resmi berdasarkan Perda Nomor 3 Tahun 2011 .

Sementara yang tidak termasuk sebagai obyek pajak reklame adalah reklame yang diselenggarakan untuk kegiatan Sosial, partai politik dan organisasi kemasyarakatan.

Sekretaris Komisi B DPRD Jember, David Handoko Seto menanggapi tindakan yang dilakukan Satpol PP harusnya ada Informasi terlebih dahulu, atau pemberitahuan kepada semua pemiliknya yang di dominasi banyak poster partai partai politik, ini patut di pertanyakan karena berkaitan pemasangan Baleho.

Baleho tersebut untuk sosialisasi bahwa partai partai tersebut ingin menyemangati hari Ramadan dan Idul Fitri, jadi alangkah baiknya dilakukan komunikasi terlebih dulu” Tutur Davit saat Di konfirmasi.

Pesan saya bagi pemerintah daerah kedepannya agar DPRD jangan hanya di jadikan tukang stempel saja, “Mbok yok’o diajak ngomong,” tambah legislator dari Nasdem.

Nanti Satpol PP, PTSP, Bappeda, akan kita panggil. menurut kami ini adalah Pelecehan terhadap politisi dan parpol juga, sambungnya dengan kecewa .

Muhammad Fawaid selaku presiden Ormas laskar Sholawat, juga mengungkapkan kekecewaannya atas penurunan Baleho tersebut.

Baca Juga : Hari Pertama Masuk Kerja DPRD Medan, Begini Kata Sekwan

Kemungkinan dikarenakan posternya juga ikut diturunkan di sejumlah jalan-jalan yang di lakukan oleh Pol PP Tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.
Namun dia juga menghimbau agar masyarakat tetap tenang dan tak terprovokasi.

Mudah mudahan 2024 memiliki pemimpin yang lebih bijaksana. Dan paham bagaimana merangkul semua golongan.

Akhir kata semoga Bapak Bupati Hendy Siswanto 2024 nanti Daerahnya lebih maju dan harus merangkul semua golongan.

(KRO/RD/An)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini