Tradisi Suku Sasak, Perempuan “Diculik” untuk Dijadikan Istri

26

RADARINDO.co.id : Suku Sasak di Lombok merupakan salah satu suku di Indonesia. Suku ini selain dikenal dengan olahan kain tenun yang berkualitas, setiap perempuan akan dikatakan dewasa dan siap berumah tangga jika sudah pandai menenun.

Baca juga : Suro Adalah Saat Tepat untuk “Mandikan” Benda Pusaka

Dalam bahasa sasak, perempuan yang pandai menenun disebut sesek. Selain pintar dalam menenun, di suku ini terdapat tradisi unik yang bikin was-was dalam hal pernikahan.

Melansir radarutara.id, dalam tradisi Sasak, seorang laki-laki yang memiliki wanita idaman harus menculiknya untuk dijadikan calon pengantinnya.

Baca juga : Mahfud Sebut Kasus Mafia Tanah PTPN II Deli Serdang Disponsori Pebisnis

Laki-laki tersebut harus menempatkan perempuan tersebut keluar dari desa Sade selama 3 hari lamanya. Biasanya mereka akan menitipkan perempuan tersebut di rumah-rumah kerabat. Selain itu, keunikan juga terlihat dari arsitektur bangunan masyarakat suku Sasak. Kebanyakan mereka menggunakan lantai berbahan semen yang dicampur dengan kotoran sapi. Meskipun terlihat jorok, namun inilah tradisi dari suku Sasak. Bahkan sebelum adanya semen dinding dan lantai mereka juga menggunakan kotoran sapi. (KRO/RD/RDU)