RADARINDO.co.id – Sumut : Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Utara (Sumut), Senin (01/12/2025) pagi, korban meninggal dunia dampak bencana alam banjir dan longsor sebanyak 240 jiwa. Sementara, 182 hilang, 614 terluka, dan 73.199 mengungsi.
Baca juga: Polres Labusel Kirim Bantuan untuk Korban Bencana di Batang Toru
“Rekapitulasi dampak korban bencana alam sementara, meninggal dunia 240 jiwa, hilang 182 jiwa, 614 terluka, dan 73.199 mengungsi,” ujar Kepala Bidang Penanganan Darurat, Peralatan, dan Logistik BPBD Sumut, Sri Wahyuni Pancasilawati, dalam keterangan tertulisnya.
Sri Wahyuni menyebut, ada 18 kabupaten/kota di Sumut yang saat ini masih terdampak. Lokasi terparah berada di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). Total ada 294.924 orang yang terdampak. Korban meninggal 82 orang, hilang 104 orang, luka 508 orang, dan yang mengungsi 6.636 orang.
Selanjutnya, lokasi terparah kedua di Kabupaten Tapanuli Selatan, total ada 8.219 orang yang terdampak, rinciannya korban meninggal dunia 50 orang, hilang 46 orang, luka 49 orang, dan yang mengungsi 5.366 orang.
Kemudian, lokasi terparah ketiga yakni Kota Sibolga, total korban yang terdampak 91.747 orang. “Korban meninggal dunia 47 orang, hilang 12 orang, luka 45 orang, dan mengungsi 17.824 jiwa,” ujar Sri Wahyuni.
Hingga kini, Tim SAR gabungan masih terus mencari korban hilang dan menyalurkan bantuan melalui udara di daerah yang masih terisolasi, seperti Desa Pagaran Lambung, Kecamatan Adiankoting, Tapanuli Utara, lalu Desa Naga Timbul dan Desa Nauli di Tapanuli Tengah.
Sementara, Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry menjelaskan, proses pemberian bantuan dilaksanakan dengan metode airdrop melalui helikopter.
Baca juga: Personel Polda Sumut Tempuh Jalur Ekstrem Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana Alam
“Jadi, bantuan yang dijatuhkan melalui udara terdiri dari bahan makanan cepat saji, beras, air mineral, perlengkapan kebersihan, selimut, serta kebutuhan darurat lainnya untuk masyarakat yang sudah beberapa hari terisolasi tanpa pasokan logistik,” ujar Ferry. (KRO/RD/Hanafi)







