Waduh, Pelajar SMP Terlilit Utang Pinjol Gegara Judol

Ilustrasi

RADARINDO.co.id – Yogyakarta : Generasi penerus bangsa Indonesia “hancur” akibat judi online (judol). Tak sedikit, para remaja yang masih duduk dibangku sekolah harus memutar otak demi bisa memutar judol. Salah satunya nekat utang melalui pinjaman online (pinjol).

Seperti yang terjadi di Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dimana, seorang siswa SMP dilaporkan terlibat judi online hingga meminjam uang melalui pinjol sekitar Rp4 juta.

Baca juga: Prabowo Setujui Pembentukan Ditjen Pesantren

Akibatnya, siswa tersebut kini takut datang ke sekolah. Kasus tersebut kini tengah ditangani Pemerintah Kabupaten Kulon Progo melalui koordinasi lintas instansi.

“Baru, ini masih kita tangani. Sebenarnya hari ini kami mau melakukan case conference dengan Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, dan pihak-pihak terkait untuk pendampingan psikologi klinis bagi anak ini,” ujar Sekretaris Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kulon Progo, Nur Hadiyanto, melansir kompas, Sabtu (25/10/2025).

Siswa kelas VIII tersebut diketahui sudah sekitar satu bulan tidak masuk sekolah. Persoalan berawal dari kebiasaan anak bermain game online yang lama-kelamaan berubah menjadi aktivitas judi online.

Untuk menutupi kekalahan dan kebutuhan bermain, siswa itu bahkan sempat meminjam uang dari teman-temannya hingga akhirnya total utang menumpuk sekitar Rp4 juta.

Siswa tersebut diketahui tinggal bersama ibunya. Sedangkan ayahnya bekerja di Kalimantan. Bahkan ironisnya, kondisi ekonomi keluarga juga tergolong kurang mampu. Disdikpora berkomitmen memastikan anak itu tetap memperoleh hak pendidikan.

Baca juga: Tak Terima Gaji Dipotong, Puluhan Relawan ‘Serbu’ Dapur MBG

“Kami sudah komunikasi dengan pihak sekolah dan guru BK. Kalau anaknya malu di sekolah itu, kami bantu pindahkan ke sekolah lain. Kalau tidak memungkinkan di sekolah formal, bisa lewat kejar paket B,” ucap Nur.

Menurut Nur, kasus ini merupakan yang pertama kali ditemukan di Kulon Progo. Namun, pihaknya mewaspadai kemungkinan kasus serupa terjadi di daerah lain tanpa terpantau. (KRO/RD/KP)