Warga Saldonya Rp149 Juta Ludes Usai Nerima Telepon Ngaku Petugas Pajak

RADARINDO.co.id – Probolinggo : Seorang warga Kecamatan Dringu, Kabupaten Proboolonggo bernama Rudi Efendi, menceritakan bahwa dirinya kehilangan uang dari saldo rekeningnya sebesar Rp149 juta setelah ditelepon seseorang yang mengaku dari pihak pajak.

Rudi menjadi korban penipuan setelah menerima telepon seseorang yang mengaku sebagai petugas dari Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Setelah di cek, saldonya ludes ratusan juta rupiah. “Tabungan saya terkuras habis sebesar Rp149.800.000, setelah dihubungi seseorang yang mengaku petugas dengan nama DJP di akun WhatsApp,” ujar Rudi, seperti dikutip dari tribunmedan, Senin (07/10/2024).

Baca juga: KPK Gelar OTT, Sejumlah Pejabat Pemprov Kalsel Diamankan

Rudi mengungkapkan bahwa dirinya menerima telepon dari seorang laki-laki yang mengaku dari DJP. Karena nama DJP tertera, Rudi langsung merespons. Apalagi, sebagai pengusaha, Rudi sudah terbiasa berurusan dengan pajak.

Sebelum ditelepon, Rudi juga dihubungi melalui pesan singkat WhatsApp. Namun riwayat pesan tersebut kini sudah hilang. Rudi tidak tahu apakah nomor yang menghubunginya adalah nomor ponsel atau telepon kantor DJP.

Dalam percakapan via telepon, Rudi diverifikasi mengenai nama perusahaan, alamat dan NPWP. Setelah membenarkan identitas perusahaan, Rudi diminta untuk mengganti biaya meterai sebesar Rp10 ribu. Ia kemudian mentransfer jumlah tersebut melalui m-Banking.

“Selang beberapa menit, saya keluar lalu kembali ke kantor. Mau ada transaksi senilai Rp31 juta untuk pekerjaan kami. Setelah saya buka, loh sisa saldo berkurang. Total yang terkuras Rp149.800.000, berpindah dua kali,” jelas Rudi.

Rudi kemudian mendatangi BRI Unit Dringu untuk mengecek saldonya yang tiba-tiba terkuras. Rudi juga membuat surat pernyataan dari pihak bank.

Baca juga: Edan, Pria Ini Tega Jual Anak Kandung Demi Judi Online

“Total uang saya yang hilang Rp149 juta. Saya tidak merasa mentransfer Rp100 juta dan Rp49.800.000. Tiba-tiba sudah mengalami pemindahbukuan ke rekening Bank Nobu. Itu saya tidak merasa. Padahal saya tidak menunjukkan atau menyampaikan PIN atau apa saja kepada pihak DJP tersebut. Tiba-tiba saldo habis,” ungkap Rudi.

Berharap uangnya yang hilang dapat kembali, Rudi melaporkan peristiwa tersebut ke Direktorat Kriminal Khusus Polda Jatim, Selasa (01/10/2024) lalu. “Saya kemudian melaporkan peristiwa itu ke Polda Jatim. Dengan harapan uang saya bisa kembali,” tandas Rudi. (KRO/RD/Trb)