Ragam  

10 Tahun Bersama Ayana Moon Gadis Cantik Mualaf Asal Korsel Usai Lewati Masa Sulit

RADARINDO.co.id-Medan: Siapa yang tak mengenal wajah gadis cantik asal Korea Selatan (Korsel) bernama Ayana Moon yang kini menjadi seorang mualaf.

10 tahun perjalananya dalam menjadi mualaf tak pernah mudah. Hal itu pula yang dirasakan wanita memiliki nama lengkap Ayana Jihye Moon, selebgram Korea Selatan.

Baca juga : Apa Kira-kira Penyebab Rektor ITK Menjadi Anti-Islam?

Ayana Moon sudah genap 10 tahun menjadi seorang mualaf. Kebahagiaan itu ia bagikan dengan mengenang masa-masa sulit yang pernah ia lalui ketika memeluk Islam.

Lewat Instagram, Ayana membagikan kisahnya dalam sebuah potret. Ayana mengungkapkan bahwa ia sudah satu dekade memeluk agama Islam, sesuai dikutip Haibunda.

Dalam unggahan tersebut, terlihat potret Ayana Moon yang sedang mengenakan jilbab warna krem. Di tangannya terdapat sepiring kue warna-warni.

Kue tersebut menandai 10 tahun dirinya menjadi mualaf. Ayana mengaku, pada mulanya ia tidak berniat merayakan hari spesial itu. Namun sahabatnya mengatakan bahwa ini merupakan momen penting yang harus diperingati.

“29 April 2012, hari ini menandai 10 tahun saya sebagai seorang muslim,” tulis Ayana di akun Instagram @xolovelyayana.

“Sebenarnya saya tidak berencana merayakannya hari ini, namun karena seseorang berkali-kali mengatakan bahwa ini merupakan hari yang bermakna, saya ingin merekap beberapa momen penting ini,” sambungnya.

Ayana kemudian bercerita, selama 10 tahun ia telah melewati banyak hal. Ayana tak memungkiri bahwa ia lebih banyak mengalami kesulitan jika dibandingkan dengan kebahagiaan.

Meski begitu, ia bersyukur dapat melewati itu semua. Ayana memaknai momen 10 tahun itu sebagai masa ketika ia menjadi seorang penganut Islam sepenuhnya.

“Perjalanan 10 tahun sejak saya mengucapkan syahadat, saya dapat mengatakan bahwa itu adalah masa menjadi seorang mukmin sejati,” ucapnya.

Masa-masa pahit dirasakan Ayana ketika ia berseteru dengan keluarganya sendiri. Usai memeluk Islam, hubungannya dengan orang tua menjadi cukup tegang. Ia juga mengalami sejumlah cobaan lainnya.

“Dengan berpindah agama, saya mengalami gesekan kecil dengan keluarga saya, mengalami kesulitan keuangan untuk pertama kalinya dalam hidup saya, dan secara tidak sengaja memulai kehidupan sosial saya pada usia dini,” tutur Ayana.

Meski harus menjalani masa-masa sulit terlebih dahulu, Ayana memaknai hal tersebut sebagai perjalanan menemukan kedamaian. Ia tetap mempertahankan keyakinannya pada Allah SWT.

“Sulit bagi saya untuk menjaga hidup saya tetap stabil, tetapi saya berada dalam situasi saat saya harus bertanggung jawab atas perjalanan saudara saya sebagai seorang muslim,” ia bercerita.

Dalam unggahan tersebut, terlihat potret Ayana Moon yang sedang mengenakan jilbab warna krem. Di tangannya terdapat sepiring kue warna-warni.

Ayana mengatakan, ia tidak berencana merayakannya hari ini, namun karena seseorang berkali-kali mengatakan bahwa ini merupakan hari yang bermakna, momen penting.

Baca juga : Menyambut Hari Raya Idul Fitri SPBUN Tingkat Perusahaan PTPN III (Persero) Serahkan Bantuan

Meski ia merasakan lelah fisik dan mental, namun Ayana mengaku bahwa ia bisa lebih memahami diri sendiri dan menjadi lebih kuat dengan melewati masa-masa itu.

Gadis yang lancar berbahasa Indonesia itu kini paling banyak mendapat simpatisan dan dukungan moral menjadi mualaf lewat akun pribadinya.

Diharapkan lahirnya Ayana Moon yang baru lagi dan tetap Istowomah di jalan Allah. Aamin YRA. Semoga… (KRO/RD/Haibunda)