RADARINDO.co.id – Aceh Barat : Sebanyak 12 pelajar asal Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, akan mewakili daerahnya dalam ajang olimpiade tingkat Asia yang diselenggarakan di Terengganu, Malaysia, pada 29 September hingga 4 Oktober 2025 mendatang.
Keikutsertaan para anak didik itu merupakan bagian dari program pertukaran pelajar antara Aceh Barat dan Terengganu, Malaysia, yang telah berlangsung sejak 11 hingga 14 September 2025 lalu.
Baca juga: Eks Bupati Abdya Diperiksa Terkait Dugaan Korupsi Studi Banding
Koordinator Pelaksana Kerjasama Student Islamic Exchange, Aduwina Pakeh, menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam mempererat hubungan kerjasama pendidikan dan kebudayaan antara kedua wilayah.
“Insya Allah, 12 siswa dari Aceh Barat akan bertanding dalam Olimpiade tingkat Asia di Terengganu. Ini menjadi kesempatan berharga bagi siswa kita untuk menambah wawasan, pengalaman, sekaligus membawa nama baik daerah di kancah internasional,” ujarnya kepada media, yang dilansir, Kamis (18/9/2025).
Sementara itu, sebanyak 32 orang rombongan dari Terengganu yang sudah datang ke Aceh Barat terdiri atas sepuluh pelajar dan 22 pelancong serta pendamping akan berkunjung ke Aceh Barat.
Selama berada di Aceh Barat, rombongan dari Malaysia mengunjungi sejumlah tempat bersejarah dan destinasi wisata, seperti Makam Pahlawan Nasional Teuku Umar, Universitas Teuku Umar, situs tsunami di kawasan Ujong Karang Meulaboh, Kupiah Meukutop di Batee Puteh (Pasir Putih), serta berbagai situs religi lainnya.
Rombongan turut dijamu di berbagai lokasi seperti Madrasah Tsanawiyah Harapan Bangsa Meulaboh, Yayasan Al-Azhar, hingga kegiatan Gala Dinner bersama Bupati Aceh Barat.
Sementara itu, 10 pelajar dari Malaysia selama kunjungan di Aceh Barat ditempatkan di Dayah Ruhul Qurani untuk mengikuti program-program pendidikan keislaman yang telah disiapkan.
Baca juga: Pemkab Aceh Selatan Dinilai Lamban Selesaikan Sengketa Lahan Sawit
Aduwina Pakeh berharap, Pemerintah Aceh Barat bersama masyarakat lebih siap menyambut kedatangan wisatawan dan pelajar internasional kedepan.
Terutama dengan ditetapkannya tahun 2026 sebagai Tahun Kunjungan Wisata. “Kita perlu membenahi fasilitas dan infrastruktur wisata, khususnya untuk mendukung pengembangan wisata Syariah,” pungkasnya. (KRO/RD/Trb)







