RADARINDO.co.id – Medan : Seorang kakek berinisial R (72) warga Pasar XI Tembung, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, diduga membunuh wanita bernama Fitri (32).
Korban yang merupakan warga Kecamatan Medan Area itu ditemukan tewas di pinggir Sungai Amplas, Kecamatan Medan Amplas Kota Medan. Hasil autopsi menunjukkan adanya penggumpulan darah di kepala korban.
Baca juga : Nekat Rekam Gadis Sedang Mandi, Pria Ini “Bobok” Dibalik Jeruji Besi
Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Teuku Fathir Mustafa menjelaskan, kakek berusia senja tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan. “Dia (R) telah kita tetapkan jadi tersangka kasus pembunuhan terkait wanita yang ditemukan tewas di Sungai Amplas,” kata Fathir, seperti dilansir dari detikSumut, Rabu (30/11/2022).
Menurutnya, penetapan tersangka tersebut mengacu dari hasil autopsi yang didapati ada penggumpulan darah di bagian belakang kepala Fitri akibat benturan benda tumpul. Selain itu lanjutnya, berdasarkan CCTV yang telah dikumpulkan membuktikan bahwa Fitri dibawa oleh R sebelum akhirnya ditemukan tewas oleh warga.
“Dari hasil autopsi juga didapati indikasi terjadinya pelecehan atau kekerasan seksual. Akan tetapi, untuk memperkuat bukti, kami menunggu hasil laboratorium. Dari CCTV juga didapati R sempat mengganti baju pelaku,” sebutnya.
Sementara, Kapolsek Patumbak, Kompol Faidir menjelaskan, Fitri awalnya ditemukan tewas oleh warga pada, Selasa (22/11/2022). Fitri ditemukan tewas dengan terbungkus karung tanpa busana. Tak berapa lama, pihak keluarga Fitri akhirnya mendapatkan kabar tersebut dan mendatangi Polsek Patumbak untuk memberikan keterangan.
“Pengakuan keluarga, Fitri yang tewas dengan kondisi terbungkus karung ini punya keterbelakangan mental. Jadi biasanya dibawa bersama dengan ibunya minta-minta,” kata Faidir.
Baca juga : Cinta Ditolak Tower Bertindak
Dia menjelaskan, ternyata pada, Senin (21/11/2022), Fitri bersama ibu dan kakeknya berada di Jalan Asia, Kecamatan Medan Area. Kala itu, ibunya Fitri sedang buang air kecil sejenak. “Fitri ini dititiplah sebentar sama kakeknya. Tiba-tiba ada seorang pria berbaju putih panjang, berjenggot sedang melintas (R). Pria ini membawa Fitri pergi,” jelasnya.
R membawa Fitri menggunakan sepedamotor sekitar pukul 13.00 WIB. Saat itu kakeknya tidak terlalu memperhatikan. Lalu, R membawa Fitri ke daerah Kecamatan Medan Denai. Kemudian ditemukan tewas, secara kasat mata, tidak ada luka baru yang ditemui di tubuh Fitri. Hanya saja, ada luka bakar yang berada di dekat dada Fitri. Pengakuan keluarga, Fitri mendapati luka bakar itu saat berusia enam tahun karena tersiram air panas. (KRO/RD/Dtk)







