RADARINDO.co.id – Jember : Pengunduran diri dua tim pemenangan dari Gerindra dan NasDem untuk pasangan calon nomor urut 2, Muhamad Fawait-Djoko Susanto ditengah upaya pemenangan Kepala Daerah Kabupaten Jember, Jawa Timur, menjadi tanda tanya.
Dua Politisi dari Gerinda, Moh Sholeh dan Politisi dari Partai Nasional NasDem, Mashudi alias Agus MM, disinyalir kecewa lantaran tidak transparansi soal angaran dan kurang terjalinnya komunikasi dengan baik sebagai representasi dari semangat kolektif- kolegial antara struktur kemenangan.
Baca juga: Pengerukan Alur Pelindo “Bocor” Rp66,1 Miliar
Agus mengaku, semakin tidak betah karena respons dari anggota tim pemenangan Fawait-Djoko Susanto terkesan meremehkan dengan mundurnya Moh Sholeh.
“Kita dibidang hukum ini bicara soal tim, bukan bicara Cak Moh Sholeh, juga bukan bicara cak Agus MM. Ketika di bidang hukum kita dikatakan mental cawat. Ya maaf saja kita tidak pathek’en juga tidaak bupati bupatian,” katanya, Senin (07/10/2024).
Cak Agus MM meminta kepada Dewan Pimpinan Daerah NasDem Jember untuk menariknya dari tim pemenangan tersebut. “Saya bekerja untuk kepentingan partai, bukan untuk kepentingan pemenangan 02,” tegasnya.
Dikatakan Agus MM, masalah transparansi anggaran operasional yang dipersoalkan terkait kebutuhan tim. “Bukan kebutuhan saya pribadi, kalau saya sudah selesai, bukan sombong,” tuturnya.
Agus juga mengingatkan, kinerja politik memerlukan ongkos. “Terkecuali kita bekerja di Masjid. Ketika tim dibentuk, maka konsekuensi logis ketika tim berjalan. Ini kerja politik, tinggalkan jejak bukan tinggalkan bekas,” tandasnya.
Menurut Agus, anggaran adalah salah satu “alat” penggerak agar semua urusan bisa berjalan lancar. Artinya kata Agus, jika ada anggarannya, maka harus disebutkan nominalnya. Dan jika tidak ada dana, juga harus harus transparan diberitahukan.
Baca juga: Diduga Selewengkan Anggaran Rp2 Miliar, Oknum Kades Dilaporkan
“Sebenarnya simpel saja, kalau ada anggaran berapa nominalnya, kalau tidak ada anggaran, ya diberitahu. Kalau ada anggarannya kita bergerak, terarah dan terukur sesuai angarannya. Kalau tidak ada ya kita harus bersikap bagaimana. Kalau kemudian kita mundur suatu hal yang manusiawi, dan kita berjalan tidak ada sesuatunya,” kata Agus.
Sementara Ketua DPD Partai NasDem Jember, Marsuki Abdul Ghofur, belum bisa berkomentar lebih jauh. “Sebab Kami masih membahas persoalan itu, kami tidak keberatan kalau Agus tidak siap disana, stok kami masih banyak, mungkin dia ada kesibukan lain,” pungkasnya. (KRO/RD/An)







