RADARINDO.co.id – Aceh : Warga Aceh Selatan menolak kedatangan etnis Rohingya. Akibatnya, ratusan pengungsi etnis Rohingya tersebut terombang-ambing di laut yang berjarak sekitar 4 mil dari pelabuhan Labuhan Haji, Aceh Selatan.
“Tidak bisa ke daratan karena masyarakat setempat masih menolak. Untuk menghindari konflik antara etnis Rohingya dan para warga yang ada di daerah daratan, kita pihak kepolisian baik Polres maupun Polsek melakukan pengamanan,” kata Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Joko Krisdiyanto, mengutip detiksumut, Rabu (23/10/2024).
Baca juga: Tulus Rawat Suami Lumpuh Selama Bertahun, Setelah Sembuh Malah Diceraikan
Polisi juga sedang berkoordinasi dengan pihak terkait seperti IOM dan UNHCR serta Basarnas untuk penanganan lebih lanjut terhadap ratusan etnis Rohingya itu. Sebagai upaya kemanusiaan, polisi dan pemerintah setempat sudah menyalurkan logistik ke kapal warga Rohingya.
Sedangkan warga Rohingya yang membutuhkan perawatan, sudah dievakuasi ke rumah sakit di Aceh Selatan. “Ada sekitar enam orang yang sakit. Sekarang sudah dalam penanganan di rumah sakit umum,” ujarnya.
Polisi juga menangkap tiga warga Aceh pasca ditemukannya kapal pengangkut Rohingya terombang-ambing di Perairan Aceh Selatan. Kapal yang membawa Rohingya diketahui dibeli sekitar sebulan lalu seharga Rp580 juta.
Joko Krisdiyanto mengatakan, pengungkapan kasus itu bermula ditemukannya mayat perempuan di sekitar pelabuhan Labuhan Haji, Aceh Selatan pada Kamis 17 Oktober lalu. Sehari berselang, polisi bersama unsur terkait melakukan penyisiran dan menemukan kapal nelayan KM Bintang Raseuki sekitar 4 mil dari pelabuhan.
“Di dalam kapal kita temukan Rohingya sebanyak 150 orang dan yang meninggal 3 orang,” kata Joko kepada wartawan, Senin (21/10/2024).
Setelah dilakukan pengembangan, kata Joko, kapal tersebut diketahui milik warga Aceh berinisial H. Para Rohingya diduga tiba di Perairan Aceh Selatan pada Rabu 16 Oktober setelah dijemput di laut Andaman.
Baca juga: Warga Saksikan Kekejaman Para Pelaku Penyerangan di Selambo
Pasca penemuan kapal, polisi melakukan penyelidikan dan akhirnya menangkap tiga terduga pelaku di Pakpak Barat, Sumatera Utara, Jum’at (17/10). Pelaku ditangkap personel Polres Subulussalam kemudian diserahkan ke Polres Aceh Selatan.
Dalam pemeriksaan terungkap, warga Rohingya tersebut berangkat dari Cox’s Bazar pada tanggal 9 hingga 12 Oktober menuju Andaman. Sehari berselang, mereka berangkat ke Aceh Selatan dengan kapal yang disediakan pelaku.
Awalnya, jumlah pengungsi etnis Rohingya sebanyak 216 orang. 50 orang sudah berhasil dibawa ke darat dan diperkirakan menuju ke Riau untuk dibawa ke tujuan selanjutnya. (KRO/RD/Dtk)







