ACEH  

Jumlah Murid dan Guru Minim, Beberapa Sekolah di Aceh Barat Bakal Tutup

RADARINDO.co.id – Aceh : Dampak minimnya jumlah murid dan guru, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Barat, Provinsi Aceh, berencana akan melakukan penutupan terhadap beberapa pusat pendidikan.

Sekolah-sekolah tersebut, salah satunya SDN Paya Baro, Kecamatan Meureubo, dinilai tak efektif lagi untuk pelaksanaan kegiatan belajar mengajar.

Baca juga: Penasehat Gubernur Aceh Kunker ke RSUDZA

Mengetahui akan ditutup, para murid SDN Paya Baro, menangis. Mereka cemas harus pindah ke sekolah lain yang berjarak 5 kilometer dari desa tempat mereka tinggal.

“Kami meminta jangan ditutup sekolah di sini. Kalau tutup sekolah ini, kami mana lagi pergi sekolahnya?. Kalau tutup kami pergi jauh,” ucap Ulfa Rahmatan, siswi SDN Paya Baro, dikutip, Kamis (25/9/2025).

Lain halnya dengan SDN Cot Buloh di Kecamatan Arongan Lambalek yang hanya memiliki 23 siswa. Guru SDN Cot Buloh, Azrina menilai, rencana penutupan sekolah ini bukan solusi. Ia berharap pemerintah justru harusnya memperhatikan sarana prasarana di sekolah yang sudah lama tak merasakan peremajaan.

“Kursinya kurang, ruang kelasnya sudah tidak layak pakai lagi. Dari situlah minimnya minat masyarakat Cot Buloh untuk menyekolahkan anaknya kesini,” kata Azrina.

Sementara itu, jumlah guru PNS hanya dua orang yang menjabat sebagai kepala sekolah dan guru kelas. Beberapa ruang kelas telah lama tidak dapat dipakai untuk belajar. Murid kelas 1 SDN Cot Buloh bahkan terpaksa belajar di gudang. Bahkan, fasilitas MCK juga tidak ada.

Baca juga: Plt Keuchik Gampong Pasie Perbaiki Jalan Pakai Uang Pribadi

Ketua Komite SDN Cot Buloh, Hendra Yusnaidi mengatakan sekolah tersebut sebenarnya punya akses jalan yang besar. “Memang kalau masalah MCK sama sekali enggak ada. Belajarnya di gudang sekarang yang murid kelas 1,” ungkap Hendra.

Sementara, pihak Dinas Pendidikan Aceh Barat tengah membentuk tim khusus untuk melakukan kajian akademik sebelum memutuskan menutup sekolah-sekolah ini. (KRO/RD/KP)