RADARINDO.co.id – Medan : Antrean panjang terjadi di sejumlah ruas jalan di seputaran Kota Medan akibat kurangnya pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dari Depo Pertamina di Belawan, Jum’at (28/11/2025).
Baca juga: Paripurna DPRD Labusel Kukuhkan Arah Kebijakan 2026, Komit Pembangunan Berkelanjutan
Hal tersebut imbas dari banjir terparah dalam sejarah Kota Medan pada kurun waktu 35 sampai 45 tahun. Sementara terlihat di beberapa SPBU tutup karena sudah tidak ada stok BBM lagi untuk jenis Pertamax, Pertalite, Solar, Bio Solar dan Dexlite.
Dari pantauan awak media ini, antrian panjang terjadi di SPBU Jalan Letda Sudjono dan SPBU Jalan Putri Hijau yang berdekatan dengan Kantor Cabang Pertamina, Medan.
Sementara dalam kondisi antre yang menyebabkan kemacetan panjang dan dalam kondisi darurat, SPBU yang berada di Jalan Putri Hijau depan Hotel Emerald Garden masih juga menerapkan self service agar kemacetan sedikit terurai.
Hal ini disesalkan oleh para konsumen. “Saat ini kondisi darurat seharusnya prosedur seperti ini diabaikan dulu, agar tidak menimbulkan kemacetan,” ungkap Hafidz Tahdi, seorang seniman dan budayawan Kota Medan.
Sementara, pengendara lain memilih untuk antre panjang ketimbang kehabisan BBM pada kenderannya. “Biarlah menunggu lama daripada mogok keretanya (sepedamotor),” ujar salah seorang pengendara motor.
Baca juga: Penanganan Bencana di Taput, 9 Ditemukan Meninggal dan 31 Masih Dicari
Banjir dahsyat pada Kamis, 27 November 2025 merupakan kejadian yang sangat luar biasa. Setelah anomali cuaca Kota Medan diguyur hujan sejak Senin, 24 November terus menerus.
“Selama 45 tahun saya bermukim di sini, baru kali ini mengalami banjir hingga masuk ke rumah,” ungkap Syamsul Hilal (84) eks anggota Komisi A DPRD Provinsi Sumatera Utara. (KRO/RD/Tim)







