RADARINDO.co.id : Kebiasaan minum es teh setelah makan memang sangat menyegarkan. Bahkan, kebiasaan tersebut sudah sangat lekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia.
Namun, kebiasaan tersebut tidak selalu aman bagi semua orang. Mengkonsumsi teh sebelum atau saat makan dapat menimbulkan dampak negatif, terutama terkait penyerapan zat gizi tertentu.
Baca juga: Brimob Hadir Pulihkan Harapan Siswa SDN 3 Tanjung Pura Pasca Banjir
“Kalau teh itu dia banyak menghambat zat mineral. Contohnya dia bisa menghambat zat besi,” terang dokter spesialis gizi klinik RS St Carolus Salemba, Dr dr Yohannessa Wulandari, MGizi, SpGK, dilansir, Senin (22/12/2025).
Ia menjelaskan, bagi orang yang membutuhkan asupan zat besi dalam jumlah cukup, minum teh bersamaan dengan makanan sebaiknya dihindari.
Hambatan penyerapan zat besi terjadi karena teh mengandung tanin dan polifenol yang dapat mengikat zat besi non-heme, yaitu zat besi yang berasal dari sumber nabati.
Kondisi tersebut membuat zat besi lebih sulit diserap tubuh dan berpotensi meningkatkan risiko anemia defisiensi besi, terutama jika teh diminum bersamaan dengan waktu makan.
Ia juga mengingatkan bahwa perbedaan suhu ekstrem antara makanan panas dan minuman dingin dapat berdampak pada kondisi mulut dan tenggorokan.
Baca juga: Usai Terjaring OTT, Kajari dan Kasi Intel HSU Dicopot
“Karena kalau misalnya ada perbedaan suhu yang jauh misalnya tadinya panas sekali di dalam mulut kita. Kemudian langsung berbeda dengan suhu yang dingin sekali. Tentunya sel-sel di mulut kita atau di tenggorokan juga butuh adaptasi,” katanya. (KRO/RD/dtk)







