RADARINDO.co.id : Kalau bicara tentang jengkol, pastinya sebagian orang khususnya di Indonesia, sangat gemar. Buah yang memiliki rasa sedikit pahit dan aromanya yang khas ini, sangat sedap diolah masakan rendang atau sambal balado, maupun masakan lainnya.
Namun, tidak semua orang bebas untuk mengkonsumsi jengkol. Beberapa individu atau kelompok tidak disarankan menyantap jengkol. Pasalnya, jengkol mempunyai sifat atau efek samping tertentu yang dapat menyebabkan masalah pada kesehatan, apalagi jika dimakan secara berlebihan.
Baca juga: Ketahui Dampak Minum Es Teh Setelah Makan
Jengkol memiliki asam jengkolat atau sejenis asam amino yang mengandung sulfur. Asam jengkolat bisa membentuk kristal di dalam ginjal.
Efek samping lainnya adalah djenkolism atau jengkolism, yaitu keracunan yang dikarenakan menyantap jengkol secara berlebihan.
Beberapa gejalanya antara lain nyeri perut, kencing berdarah, retensi urine, cedera ginjal, dan lain sebagainya. Berikut kelompok orang yang tidak disarankan makan jengkol.
Penderita asam urat
Penderita asam urat tidak disarankan makan jengkol dalam jumlah banyak. Hal itu lantaran tingginya kadar purin pada jengkol. Dimana, asupan tinggi purin dapat menyebabkan naiknya kadar asam urat.
Penderita gangguan pencernaan
Apabila kamu termasuk orang yang sering kali mengalami gangguan pencernaan, niat untuk menyantap jengkol harus dipertimbangkan. Karena asam jengkolat pada jengkol berpotensi menyebabkan sumbatan pada saluran cerna.
Baca juga: Rebusan Kayu Manis Mampu Kurangi Bau Mulut, Ini Khasiat Lainnya
Penderita penyakit ginjal
Penderita penyakit ginjal jadi kelompok pertama yang tidak boleh makan jengkol karena mengandung asam jengkolat. Jika dikonsumsi berlebihan, asam jengkol bisa menyebabkan gangguan pada ginjal. (KRO/RD/CNN)







