RADARINDO.co.id – Batu Bara : Anggota DPRD Batu Bara, Ahmad Badri membangun 6 unit ruangan belajar yang diperuntukkan bagi santri dan santriwati di Pesantren Darul Atiq.
Saat ditemui dilokasi pembangunan Masjid Baitul Jannah dan Pesantren Darul Atiq di Kelurahan Bagan Arya, Kecamatan Tanjung Tiram, Kabupaten Batu Bara, Kamis (01/12/2022), Ahmad Badri mengatakan bahwa proses pembangunan Masjid Baitul Jannah dan Pesantren Darul Atiq sedang berjalan.
Baca juga : Wakil Bupati Humbahas Koordinasi dengan Kepala BKKBN Pusat
“Kita sudah membangun 2 ruangan untuk santri dan santriwati dengan ukuran 5×10 meter, serta 1 unit gedung yang akan dijadikan sebagai kantor dan 1 ruangan untuk dapur umum ukuran 5×20 meter,” terang Badri.

Disebutkan anggota DPRD Batu Bara dari Komisi III itu, dirinya menjabat Pergantian Antar Waktu (PAW) sebagai anggota DPRD Asahan-Batu Bara dari Partai PPP berlambang Ka’bah Pemekaran Kabupaten Asahan-Batu Bara 2007-2009.
Terpilih kembali ditahun 2014-2019 hingga tahun 2022, kini masih tetap sebagai anggota DPRD menduduki Komisi III di Kabupaten Batu Bara.
“Hidup merupakan sebuah titipan sampai nanti Allah SWT menjemputnya. Selagi masih ada sisa umur panjang diberi Allah SWT, maka berbuat baiklah meski belum 100%,” ungkap Ahmad Badri.
Pria yang dijuluki sebagai “Arsitek Lokal” oleh masyarakat sekitar tersebut, kini Ahmad Badri sedang giat untuk mewujudkan mimpinya membangun sebuah rumah ibadah atau Masjid Baitul Jannah berukuran 30×50 meter yang letaknya tidak jauh dari lokasi pembangunan Pesantren Darul Atiq Batu Bara dengan biaya sebesar Rp490 juta.
Baca juga : PITI Sumut Bagikan 500 Nasi Kotak
Diungkapkan Ahmad Badri, meski dirinya menggunakan dana pribadi, namun tidak menutup kemungkinan untuk menerima infaq dan sadakoh yang tidak mengikat dari pihak lain. Ahmad Badri berharap, kedepannya Pesanteren Darul Atiq Batu Bara dapat melahirkan santri dan santriwati yang berkembang dalam bidang pendidikan dakwah.
Selain itu, Ahmad Badri juga merencanakan Program Transformasi Pesantren untuk menjadikan pesantren Darul Atiq lebih modern dan menyesuaikan dengan perkembangan Zaman. “Membenahi berbagai aspek untuk mendukung pesantrennya menjadi lebih modern dan lebih baik,” jelas Ahmad Badri. (KRO/RD/DHASAM)







