Bantuan Dana PIP Siswa SMK Nurul Chotib Diminta Oknum Guru

536 views

RADARINDO.co.id-Jember: Bantuan dana Program Indonesia Pintar (PIP) yang diterima oleh sejumlah siswa Pendidikan SMK Nurul Chotib, di Desa Wringinagung, kecamatan Jombang, Jember, bikin geger, Jumat (18/11/2022).

Pasalnya, siswa setelah menerima bantuan PIP, uang beserta buku rekening diduga diminta oleh oknum Guru. Namun setelah di temui sejumlah wartawan uang bantuan PIP tersebut langsung di kembalikan.

Baca juga : Jumat Barokah PITI Sumut, 500 Abang Becak & Ojol Dapat Bingkisan Nasi Kotak

Sementara bantuan yang di kembalikan sekitar 13 siswa penerima. Salah satu siswa SMK Nurul Chotib yang tak mau disebut namanya mengatakan menerima bantuan PIP sebesar Rp1 juta.


“Setelah itu uang dan buku rekening kami di minta guru. Terus katanya, nanti uangnya akan di bagikan setelah orang tuanya di kumpulkan di sekolah,” ujar siswa menirukan ucapan salah seorang oknum guru.

Dengan alasan, ujarnya, uang itu takut di salah gunakan sama muridnya, ucap 27 siswa penerima bantuan PIP.

Saat dikonfirmasi sejumlah awak media di dalam ruang kerjanya Kepala Sekolah SMK Nurul Chotib, Siti Maimunah mengatakan, benar kenapa seperti itu, kebanyakan kalau di kasihkan langsung ke anaknya bukan dibuat biaya sekolah tapi dibuat yang lain lain dan segala macam, Kamis (17/11/2022).

“Rencana akan saya kumpulkan wali murid, Bu uang yang dapatnya Rp1 juta di buat biaya SKS selama bulan ini kemudian di buat pencetakan SKS ini, ada rincian semua pak”, ujarnya.

Baca juga : 1.778 Warga Sumut Sudah Melapor ke OJK, Terkait Pinjol dan Investasi IIegal

Lah nanti ada sisa kok, cuman ini ada saran dari saya ini ada sisa Bu, Pak mau dibuat tahun berikutnya atau bagaimana. Saran dari saya jangan sampai uang PIP ini di belanjakan yang macam macam, ucap Muna.

Sementara Oktava selaku oprator SMK Nurul Chotib menjelaskan, karena semua sekolah pendampingan, saya mengikuti teknis semua sekolah dari cabang Dinas harus di dampingi dari pihak sekolah, kan PIP gunanya untuk membayar administrasi sekolah.

“Kita sebenarnya bisa murid murid langsung saya kasihkan bisa, gak usah ngurusi juga bisa, resikonya seperti ini ribet, saya Oprator tidak dapat apa apa,” ujar Oktava.(KRO/RD/An)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini