Basarnas Kembali Perpanjang Masa Pencarian Korban Bencana Alam di Humbahas

26

RADARINDO.co.id – Medan : Basarnas Medan kembali memperpanjang masa pencarian 10 korban banjir bandang di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara yang masih dinyatakan hilang. Masa pencarian diperpanjang hingga tiga hari kedepan.

Baca juga : Rumah Mewah di Medan Disatroni Maling, Rp 600 Juta Pindah Tangan

“Berdasarkan evaluasi yang dilakukan oleh seluruh unsur yang terlibat dan keluarga korban, maka pencarian kembali diperpanjang hingga tiga hari kedepan terhitung mulai hari ini hingga Jum’at (15/12),” kata Kepala Kantor Basarnas Medan, Budiono, Selasa (12/12/2023), melansir cnnindonesia.com.


Budiono menyebut, perpanjangan dilakukan karena adanya permintaan dari pihak keluarga korban dan Pemerintah Kabupaten Humbahas.

“Selain itu Basarnas juga hadir dengan rasa empati yang tinggi dan turut serta merasakan kesedihan yang mendalam yang dirasakan oleh pihak keluarga korban dan berharap penuh dengan seluruh unsur yang terlibat dalam proses pencarian,” jelasnya.

Dia mengatakan, skema yang dipakai dalam operasi SAR ini masih menyasar di tiga sektor. Sektor pertama di wilayah perairan baik di atas permukaan maupun di dasar air, kedua di sisi kiri jalan pesisir Danau Toba dan yang ketiga adalah sisi kanan jalan mengarah ke hulu.

Baca juga : Inilah BUMN “Sukses” Punya Utang Terbanyak

Operasi SAR masih mengandalkan personel gabungan mulai dari tim anjing pelacak K-9 SAR Direktorat Samapta Polda Sumut bersama alat berat dari BPBD Kabupaten Humbang Hasundutan dan Dinas PUPR guna menyisir sektor dua dan tiga.

Menurut Budiono, kendala yang dihadapi tim gabungan operasi SAR adalah jumlah material bebatuan besar sangat banyak. Batu-batu besar itu juga menjadi faktor anjing pelacak kurang maksimal dalam mendeteksi keberadaan korban. Sebelumnya, bencana alam banjir bandang dan longsor terjadi di Desa Simangulampe Kecamatan Bakti Raja, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara pada Jum’at (01/12/2023) sekitar pukul 21.30 malam. Dari 12 korban yang hilang, baru dua orang yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sedangkan 10 korban lainnya, hingga kini masih dalam pencarian. (KRO/RD/CNN)