RADARINDO.co.id : Saat menjalankan puasa, hal yang paling menjadi ‘biang’ masalah adalah bau mulut. Pasalnya, bau mulut bisa mengurangi kenyamanan sekaligus menurunkan rasa percaya diri.
Bau mulut kerap dirasakan terutama ketika aktivitas harian tetap berjalan normal, seperti bekerja, belajar, maupun berinteraksi sosial selama bulan Ramadhan.
Baca juga: Polisi Selidiki Dugaan Praktik Prostitusi di Apartemen Malang
Bau mulut merupakan masalah umum yang dapat terjadi pada semua usia. Penyebabnya beragam, mulai dari gangguan kesehatan gigi dan mulut hingga masalah pencernaan, seperti asam lambung
Melansir sejumlah sumber, kondisi mulut kering selama puasa menjadi penyebab utama munculnya bau tidak sedap. Hal ini terjadi karena produksi air liur menurun drastis.
Saat puasa, tubuh tidak mendapat asupan makanan maupun minuman selama berjam-jam. Tanpa aktivitas mengunyah, kelenjar air liur tidak terstimulasi dengan baik sehingga rongga mulut menjadi kering.
Padahal, air liur sendiri berperan penting sebagai pembersih alami yang membatasi pertumbuhan bakteri penyebab bau. Ketika produksi air liur berkurang, bakteri di dalam mulut dapat berkembang lebih banyak dan akhirnya menimbulkan bau mulut.
Guna mengatasinya, menjaga kebersihan mulut tetap harus dilakukan meski sedang berpuasa. Gosok gigi setidaknya dua kali sehari, yaitu setelah sahur dan sebelum tidur.
Selain itu, juga disarankan penggunaan obat kumur untuk membersihkan area yang sulit dijangkau sikat gigi. Karena menyikat gigi saja belum tentu bisa membersihkan seluruh rongga mulut.
Sisa makanan bisa tertinggal di sela-sela gigi dan perlu dibersihkan dengan dental floss. Tak hanya itu, membersihkan lidah juga sangat penting, karena permukaannya sering menjadi tempat menumpuk sisa makanan yang memicu bau tidak sedap.
Baca juga: Markas KKB di Nabire Digerebek Petugas Gabungan
Usahakan minum air mineral sekitar 1,5 hingga 2 liter antara waktu berbuka hingga sahur agar mulut tidak terlalu kering. Hindari makanan dengan aroma kuat, lebih banyak mengkonsumsi sayur dan buah, serta membatasi makanan atau minuman tinggi gula. (KRO/RD/KMP)







