Diabetes “Serang” Kaum Muda, Ini Penyebabnya

Ilustrasi

RADARINDO.co.id : DIABETES hingga saat ini menjadi momok menakutkan bagi masyarakat. Dimana, meski kerap dikaitkan “menyerang” orang usia lanjut, diabetes melitus kini banyak “menyerang” para kaum muda.

Data dari Eka Hospital BSD menunjukkan tren yang cukup mengkhawatirkan. Pada periode Desember 2020-Juni 2025, tercatat 691 pasien diabetes justru berusia di bawah 40 tahun. Mayoritas pasien berusia 20-40 tahun.

Baca juga: Kejagung Jadi Lembaga Penegak Hukum Paling Dipercaya

Dokter Spesialis Penyakit Dalam di Eka Hospital Permata Hijau, Pandu Tridana Sakti menyebut, 84 persen pasien muda tersebut mengalami obesitas. Kondisi ini menjadi faktor utama yang mendorong lonjakan kasus diabetes tipe 2 di usia produktif.

“Selain obesitas, kami juga menemukan tingginya prevalensi komorbid pada pasien muda ini. Sekitar 73 persen memiliki kadar kolesterol tinggi, dan 39 persen mengalami hipertensi,” kata Pandu dalam pernyataannya dikutip, Selasa (26/8/2025).

Pandu menjelaskan, diabetes melitus terdiri dari dua tipe utama yakni tipe 1 dan tipe 2. Pada diabetes tipe 1, penyakit muncul akibat gangguan autoimun yang membuat pankreas tidak memproduksi insulin.

Sementara itu, diabetes tipe 2, yang kini banyak menyerang kaum muda, biasanya dipicu oleh pola makan tidak sehat dan kurangnya kontrol asupan gula.

Penyakit ini sering kali berkembang secara perlahan, namun pada sebagian orang gejalanya bisa muncul lebih cepat jika pola hidup buruk ini dibiarkan.

“Kebiasaan makan fast food, konsumsi minuman manis seperti boba, serta jarang mengkonsumsi makanan sehat menjadi pola yang umum di kalangan anak muda saat ini,” jelas Pandu.

Menurut Pandu, ketika tubuh menerima asupan gula berlebih, resistensi insulin dapat meningkat. Akibatnya, tubuh kesulitan memproses gula dengan baik sehingga kadar gula darah melonjak.

Baca juga: Pengusaha Rudy Ong Ditahan KPK Terkait Suap Izin Tambang

Dijelaskannya juga bahwa faktor risiko diabetes tipe 2 pada anak muda bukan hanya soal pola makan. Berat badan berlebih, kurangnya aktivitas fisik, faktor genetik, dan gaya hidup secara keseluruhan ikut mempercepat perkembangan penyakit ini.

“Diabetes tipe 2 bukan hanya soal gula, tapi kombinasi dari kebiasaan sehari-hari. Makan tidak terkontrol, jarang olahraga, dan kualitas tidur yang buruk, semua ini berkontribusi,” kata Pandu. (KRO/RD/cnn)