RADARINDO.co.id – Medan : Dituding jadi penyebab kematian sang kekek, cucu di Medan, Sumut, tega melakukan penganiayaan terhadap sepupunya sendiri. Insiden itu terjadi di Komplek Griya Riatur Medan, Selasa (05/5/2026) lalu sekitar pukul 00.05 WIB.
Mirisnya, kejadian cucu tertua berinisial HES menganiaya sepupunya bernama Henokh Hasadaon yang merupakan cucu dari anak terakhir tersebut, saat sang kakek tercinta masih disemayamkan dan belum dikebumikan.
Baca juga: Polres Sergai Ringkus Dua Pria Terkait Kepemilikan Sabu di Sei Rampah
Dari informasi yang diterima, Minggu (31/5/2026), sebelumnya sang kakek menghadiri seminar suatu marga. Diduga keletihan usai acara, sang kekek drop hingga menghembuskan nafas terakhir. Hal itu diperkuat oleh sejumlah saksi yang menjadi peserta dalam acara tersebut.
Namun, HES menuding Henokh selaku biang kerok atau penyebab kematian sang kakek. HES yang tidak bisa menahan emosinya, lantas mengayunkan tinjunya secara bertubi-tubi kearah Henokh.
Akibat penganiayaan yang dilakukan sepupu kandungnya itu, korban mengalami sakit di sejumlah tubuhnya. Diantaranya bagian leher dan kepala sebelah kiri, tepatnya dibelakang telinga, sehingga membuatnya sulit tidur.
Bahkan, korban mengalami trauma berat hingga membuatnya takut untuk mengikuti proses pemakaman serta foto bersama sang kekek di hari terakhir sebelum dimakamkan.
Meski banyak yang menyaksikan penganiayaan itu, namun tidak ada yang mengadukan ke ibunda korban lantaran diduga masih dalam suasana berduka. Dimana, saat insiden pemukulan, ibunda Henokh sedang berada dilantai 2 rumah almarhum.
Keesokan harinya, ibunda Henokh baru mengetahui insiden tersebut setelah mendapat laporan dari keluarganya. Tak terima anaknya dianiaya, ibunda Henokh langsung membuat laporan ke Polrestabes Medan dengan nomor STTLP/B/1853/V/2026/SPKT/POLRESTABES MEDAN.
Baca juga: PT Sompo Insurance Tak Bayar Hak Nasabah, Pemerintah Didesak Cabut Izin Usaha
Laporan polisi terpaksa dilayangkan lantaran keluarga korban menilai pelaku dan keluarganya tidak ada itikad baik datang untuk meminta maaf. Bahkan menurut ibunda korban, keluarga pelaku sempat mengeluarkan ancaman dan melarang mereka menghadiri acara keluarga.
Keluarga korban berharap, melalui laporan polisi tersebut, mereka mendapat keadilan. “Dengan adanya laporan ini, kami berharap keadilan bisa ditegakkan,” ujar ibunda Hanokh. (KRO/RD/Zairul Anwar)







