Medan  

Vihara Budhayana Maitri Sagara Diharapkan Jadi Pusat Pembinaan Keagamaan

Peresmian purna pugar Vihara Budhayana Maitri Sagara.

RADARINDO.co.id – Medan : Peresmian purna pugar Gedung Yayasan Dana Lakkhi Sagara Vihara Budhayana Maitri Sagara di Jalan Kolonel Yos Sudarso No. 143/145, Kelurahan Glugur Kota, Medan, Minggu (28/6/2026) lalu, berlangsung sukses dan dihadiri sejumlah tokoh.

Acara peresmian turut dihadiri Walikota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas diwakili Kadis PKPCKTR John Ester Lase, S.T., M.Si, Ketua DPRD Kota Medan Drs Wong Chun Sen Tarigan, M.Pd.B dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), serta Tokoh Umat Budha Sumatera Utara, Brilian Moktar SE., MM., MH dan Chandra.

Baca juga: Kebijakan PLN Bebankan Biaya Relokasi Tiang Listrik ke Pemohon Menuai Protes

Peresmian purna pugar Vihara Budhayana Maitri Sagara menjadi momentum penting bagi pengembangan kehidupan keagamaan umat Buddha sekaligus penguatan pembinaan karakter generasi muda.

Salah satu tokoh Umat Budha Sumatera Utara, Chandra, menjelaskan bahwa peresmian tersebut merupakan penanda selesainya proses renovasi menyeluruh terhadap vihara yang telah dimulai sejak tahun 2024.

“Makna peresmian hari ini adalah meresmikan kembali vihara yang telah direnovasi agar menjadi tempat ibadah yang lebih representatif. Kami melihat kawasan Jalan Kolonel Yos Sudarso dan sekitarnya membutuhkan fasilitas ibadah bagi umat Buddha, sekaligus tempat untuk belajar dan mendalami ajaran Dharma,” ujar Chandra, selaku Bikshu yang dipercaya menangani vihara tersebut.

Keberadaan Vihara Budhayana Maitri Sagara diharapkan menjadi pusat pembinaan keagamaan bagi masyarakat, khususnya di wilayah Medan Bagian Utara, sehingga umat memiliki ruang untuk memperdalam ajaran Buddha sekaligus mempererat kebersamaan.

Ia menjelaskan, proses renovasi berlangsung selama kurang lebih dua tahun, mulai 2024 hingga rampung pada 2026. Di tengah pembangunan tersebut, pihak yayasan juga tetap aktif melaksanakan berbagai kegiatan sosial bagi masyarakat.

“Kami tidak hanya membangun vihara, tetapi juga terus melaksanakan bakti sosial kepada warga sekitar. Saat terjadi banjir beberapa waktu lalu, kami turut menyalurkan bantuan kepada masyarakat yang terdampak. Kami ingin keberadaan vihara benar-benar memberikan manfaat bagi lingkungan sekitar,” katanya.

Chandra menekankan bahwa pembangunan fisik tempat ibadah harus berjalan seiring dengan pembangunan karakter manusia melalui pendidikan agama.

“Membangun vihara memang membutuhkan biaya. Namun membangun karakter manusia membutuhkan Dharma dan agama. Vihara mungkin bisa dibangun dalam waktu dua bulan, tetapi membentuk karakter seseorang bahkan dalam sepuluh tahun pun belum tentu selesai. Karena itu, kami mengajak generasi muda untuk terus semangat belajar agama,” ungkapnya.

Vihara Budhayana Maitri Sagara juga diharapkan menjadi rumah kedua bagi generasi muda Buddha melalui berbagai kegiatan pembinaan keagamaan.

Baca juga: Bea Cukai Teluk Nibung Musnahkan BMMN Senilai Rp1 Miliar Lebih

“Kami ingin vihara ini menjadi tempat berkumpul bagi anak-anak dan generasi muda untuk belajar agama. Sebelumnya kami sudah memiliki Sekolah Minggu Buddhis, dan ke depan kami akan kembali membuka kegiatan pendidikan nonformal tersebut agar dilaksanakan secara rutin setiap pekan,” jelasnya.

Ia menambahkan, seluruh proses pembangunan dan renovasi vihara terlaksana berkat dukungan para donatur yang memberikan sumbangan secara bertahap hingga renovasi dapat diselesaikan.

Semua proses pembangunan berasal dari donatur. Tidak ada cara khusus, semuanya berjalan perlahan dari satu donatur ke donatur lainnya hingga akhirnya renovasi selesai dan hari ini dapat diresmikan,” katanya. (KRO/RD/Zairul Anwar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *