Dosen Institut Kesehatan Helvetia Gelar PKM di MAS PAB-4 Klumpang

19

RADARINDO.co.id – Medan : Dosen Institut Kesehatan Helvetia menggelar Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di MAS PAB-4 Klumpang, Kamis (22/2/2024).

Tampak para siswa sangat antusias dan tekun mendengar paparan dari Ketua PKM, Bd Nuriah Arma SST M.Keb didampingi Bd Nurul Mouliza SST MKM, Bd Debby Pratiwi SST MKM, serta mahasiswi Prodi D3 Kebidanan.

Baca juga : Icang Rahadian Resmikan Omah IWO Indonesia

Kegiatan yang diikuti para siswa kelas XII MAS PAB 4 Klumpang, sebagai peserta PKM itu, mendapat sambutan positif dari Kepala MAS PAB 4, Ismoyo Sandi SS, serta para dewan guru juga staf. Bahkan, pihak sekolah turut membantu selama berlangsungnya kegiatan hingga selesai.

Ketua PKM, Bd Nuriah Arma SST M.Keb menjelaskan, kegiatan PKM merupakan kewajiban dosen dalam melakukan Tri Darma Perguruan Tinggi selain pendidikan dan penelitian. “Dalam kondisi sekarang ini banyak remaja yang salah dalam bergaul, meningkatnya angka kehamilan di luar nikah yang dapat menghancurkan masa depan remaja,” sebutnya.

Karena itu lanjutnya, dalam menghadapi tantangan kompleks yang dihadapi oleh remaja, Bd Nuriah Arma mengambil inisiatif proaktif dengan meluncurkan program pendidikan kehamilan pra nikah.

Program ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam kepada siswa-siswi tentang tanggung jawab, dampak, dan konsekuensi dari kehamilan pra nikah, serta menyediakan mereka dengan pengetahuan yang diperlukan untuk membuat keputusan bijak dalam kehidupan remaja mereka.

Menurutnya, dengan kolaborasi antara tenaga pendidik, ahli kesehatan, dan spesialis konseling, program ini dirancang untuk menyentuh berbagai aspek kehidupan remaja, termasuk aspek fisik, emosional, dan sosial.

Materi pembelajaran mencakup informasi tentang kesehatan reproduksi, perlindungan diri, komunikasi dalam hubungan, serta dampak kehamilan pra nikah terhadap pendidikan dan karier.

Baca juga : Eks Kadis LHK Sumut Ditahan Kasus Dugaan Korupsi Pembangunan IPAL

“Keberhasilan program ini akan diukur bukan hanya dari segi pengetahuan yang diperoleh siswa-siswi, tetapi juga dari perubahan perilaku positif dan peningkatan keterlibatan orangtua dalam mendukung proses pendidikan,” jelas Nuriah Arma. (KRO/RD)