RADARINDO.co.id – Jakarta : Tokoh pers yang merupakan eks Ketua Ketua Dewan Pers, Atmakusumah Astraatmadja (86), meninggal dunia di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Kencana, Jakarta. Atmakusumah sempat menjalani perawatan di Unit Perawatan Intensif (Intensive Care Unit/ICU).
“Ayah sempat dirawat di ICU RSCM Kencana lantai 3 karena gagal ginjal. Mohon do’a bagi ayah, semoga amal dan perbuatan selama hidupnya dikenang dan bermanfaat bagi semua yang ditinggalkan,” kata putra kedua Atmakusumah, Rama Ardana Astraatmadja, melansir detik, Sabtu (04/1/2025).
Baca juga: PTPN IV Regional III Kapalkan CPO Melalui Pelabuhan TUKS ITMS Siak
Rama mengucapkan terimakasih kepada Tim Tenaga Kesehatan RSCM. Tim dokter dan paramedis RSCM sempat memberikan perawatan terhadap Atmakusumah menggunakan alat terapi untuk melanjutkan fungsi ginjal (continues renal replacement theraphy/CRRT).
Atmakusumah adalah Ketua Dewan Pers 2000-2003, yang disebut Dewan Pers ‘independen’ hasil Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers dari Gerakan Reformasi. Sebutan ‘independen’ itu karena Dewan Pers pertama kalinya diketuai tokoh masyarakat.
Sebelumnya, berdasarkan UU Nomor 11 Tahun 1966 tentang Ketentuan-ketentuan Pokok Pers (UU Pokok Pers), Dewan Pers notabene diketuai Menteri Penerangan Republik Indonesia.
Karier jurnalistik Atmakusumah bermula pada usia 20 tahunan di harian Indonesia Raya medio 1950-an hingga tutup pada tahun 1958. Atmakusumah bergabung kembali menjadi redaktur pelaksana saat harian Indonesia Raya terbit kembali pada tahun 1968 hingga dibredel Pemerintah Orde Baru pada tahun 1974 dikaitkan dengan pemberitaan Malapetaka 15 Januari (Malari).
Dia sempat berkarier menjadi koresponden Pers Biro Indonesia (Press Indonesia Agency/PIA) 1960 yang melebur ke Kantor Berita Antara pada tahun 1962 saat berkelana di Benua Eropa, bahkan menjadi ketua Serikat Sekerja ANTARA saat kembali ke Jakarta pada tahun 1966-1968.
Baca juga: Santri di Banyuwangi Tewas Usai Dikeroyok Seniornya
Atmakusumah juga pernah menjadi komentator isu dalam negeri dan luar negeri di RRI, Radio Australia (ABC) di Melbourne, Radio Jerman (Deutsche Welle), asisten pers dan spesialis di Layanan Informasi Amerika Serikat (United States Information Service/USIS, 1974-1992).
Dia juga penulis kolom di sejumlah media massa cetak nasional dan internasional. Selain menulis, juga menyunting buku, termasuk Tahta untuk Rakyat yang mengisahkan Sultan Hamengku Buwono IX. (KRO/RD/Dtk)







