Medan  

Hingga Akhir Desember 2022, Pertumbuhan Ekonomi Dalam Negeri Tetap Kuat

RADARINDO.co.id – Medan : Akibat tingginya inflasi, pertumbuhan ekonomi global melambat. Agresip dukungan kebijakan moneter di negara maju khususnya Amerika Serikat dan Eropa serta masih berlanjutnya ketidakpastian pasar keuangan. Sehingga pada tahun 2023 diperkirakan menurun dengan koreksi yang rendah di Amerika Serikat dan Eropa.

Perlambatan ekonomi global ini diperkiran akibat ketegangan geopolitik yang memicu pragmentasi perdagangan, serta investasi.

Baca Juga : Kejaksaan Agung Periksa 2 Saksi Perkara Impor Garam Industri

Hal itu disampaikan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjio, pada acara bulanan Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulanan tanggal 16 dan 19 November 2022 di Jakarta yang disiarkan secara live streaming.

Sementara itu lanjutnya, dampak kebijakan moneter yang agresif membuat tekanan inflasi inti global masih tinggi dan terus berlanjut rantai pasokan, serta lapangan kerja di Amerika Serikat dan Eropa ditengah permintaan global.

Nilai tukar terus meningkat sejalan dengan ketidakpastian global akhir pertengahan Agustus 2022 sehingga menaikkan tekanan negara termasuk Indonesia. Perbaikan Ekonomi di dalam negeri terus dilakukan sebagamana tahun 2022 dengan pertumbuhan mencapai 5,72 persen YOY lebih tinggi dari perkiraan triwulan sebelumnya mencapai 5, 45 persen YOY ditopang oleh berlanjutnya perbaikan permintaan domestik dan tetap tingginya kinerja ekspor.

Perbaikan Ekonomi Nasional juga tercermin dari perbaikan lapangan dunia usaha terutama industri pengolahan, transportasi dan pergudangan serta perdagangan besar dan eceran. Secara spasial perbaikan ekonomi ditopang oleh pertumbuhan yang terjadi diwilayah Indonesia terdiri dari diwilayah Sulawesi, diikuti Maluku, Jawa, Kalimantan dan Sumatera.

Keyakinan konsumen, penjualan eceran dan induk manufactur mengindikasikan terus berlangsung proses pemulihan ekonomi domestik. Dari sisi eksternal, kinerja ekspor diperkirakan tetap kuat khususnya batu bara, CPO, dan baja serta ekspor jasa.

Pertumbuhan ekonomi 2023 diperkirakan tetap terjadi didorong oleh permintaan domestik serta kinerja ekspor yang positif ditengah resiko yang lebih baik. Kinerja neraca pembayaran Indonesia tetap sehat sehingga mendukung tekanan eksternal ekonomi Indonesia.

Baca Juga : 5 Orang Jadi Saksi Dalam Sidang Perkara PT Duta Palma Group

Diterangkannya bahwa transaksi berjalan pada triwulan III-2022 diperkirakan meningkat surplus dibanding dengan capaian triwulan sebelumnya ditopang oleh naiknya ekspor non-migas.

Sementara itu transaksi modal fanancial diperkirakan mencatat devisit seiring dengan aliran keluar modal asing khususnya untuk investasi portofolio ditengah tetap kuatnya aliran masuk dalam bentuk penanaman modal asing. (KRO/RN/FN)