India Memanas, Warga Hindu Dipenggal Lantaran Hina Nabi Muhammad

167

RADARINDO.co.id – Medan : Kasus penghinaan terhadap Nabi Muhammad di India makin memanas. Aksi pembantaian brutal di siang bolong, seorang penjaga toko Hindu diduga dipenggal oleh dua pelaku di kota bersejarah Udaipur di Rajasthan, India.

Baca Juga : DPC PKB Asahan Terima SK, Syamsuddin Lubis: Tancap Gas 1 Fraksi

Kekerasan besar-besaran meletus selama protes Juni atas pernyataan “menghina” yang dibuat Nupur Sharma terhadap Nabi Muhammad.

Juru bicara Partai Bharatiya Janata Party (BJP), Sharma sesuai dikutip dari sindonews.com yang kemudian diskors dari partai tersebut.

Dia membuat pernyataan menghina Nabi Muhammad selama debat TV langsung pada 26 Mei.

Pernyataannya yang menghina Nabi Muhammad membuat lebih dari selusin negara Muslim mengajukan protes diplomatik terhadap pemerintah India.

Warga Hindu yang dipenggal itu dilaporkan telah berbagi posting media sosial yang mendukung Nupur Sharma.

Para pembunuh memposting video pemenggalan kepala dan mengancam akan mengambil nyawa Perdana Menteri (PM) India Narendra Modi dan Nupur Sharma.

Aksi protes meletus di seluruh kota di India barat itu. Toko-toko di beberapa bagian kota telah ditutup sejak insiden itu.

Kepala negara bagian Ashok Gehlot berjanji bahwa mereka yang terlibat dalam pembunuhan itu akan dihukum dengan keras. Dia mengimbau warga untuk menjaga perdamaian dan tidak membagikan video terkait pemenggalan itu.

“Saya mengimbau Perdana Menteri Modi dan Menteri Dalam Negeri (Amit Shah) untuk berbicara kepada bangsa dan menenangkan situasi,” ujarnya.

Kepala negara bagian dari partai oposisi Kongres, mengatakan suasananya begitu tegang sehingga siapa pun, Hindu atau Muslim yang minoritas dalam jumlah di kota kecil atau desa mana pun, merasa tidak aman dan terancam oleh mayoritas.

Baca Juga : Walikota Padang Sidempuan Panen Bawang Merah

Selain itu, sejumlah umat Muslim di dunia juga mengecam mantan juru bicara partai berkuasa Partai Bharatiya Janata Party (BJP) di India. Foto/Nupur Sharma/facebook/sindonews.com.

Termasuk umat Islam di Indonesia, menyesalkan statemen Sharma yang bersifat SARA dan memecahbelah umat di tengah masyarakat.

(KRO/RD/Sindonews.com)