Ini Sosok Bupati Meranti yang Terjaring OTT KPK

178

RADARINDO.co.id – Jakarta : Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menunjukkan “taringnya” dengan menangkap tangkap seorang kepala daerah atas kasus dugaan korupsi. Kali ini, giliran Bupati Kepulauan Meranti, Muhammad Adil, yang terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) KPK pada, Kamis (06/4/2023) malam.

Baca juga : DPRD Batu Bara Gelar Paripurna Bahas Hasil Reses Tahun 2023

“Benar, tadi malam tim KPK berhasil melakukan tindakan tangkap tangan terhadap beberapa pihak yang sedang melakukan korupsi di Kabupaten Kepulauan Meranti, Riau,” kata Plt juru bicara KPK, Ali Fikri, saat dikonfirmasi, Jum’at (07/4/2023), dilansir dari nkripost.com.

Meski demikian, KPK belum menjelaskan lebih lanjut mengenai kasus dugaan korupsi tersebut. Namun, selain Adil, ada beberapa pihak lainnya yang juga turut ditangkap komisi anti rasuah itu.

“Setelahnya pasti kami sampaikan lengkap hasil kegiatan tersebut sebagai bagian keterbukaan informasi KPK kepada masyarakat,” ujar Ali.

Diketahui, Adil merupakan politikus asal Riau. Sebelum menjabat sebagai Bupati Kepulauan Meranti periode 2021-2024, Adil pernah menjadi anggota DPRD Provinsi Riau dua periode, yaitu periode 2014-2018 hingga terpilih lagi periode selanjutnya pada 2019-2020.

Pada periode pertama dia maju dari Partai Hanura. Kemudian pada periode kedua, Adil maju dari dari PKB. Namun, di periode kedua, dia hanya setahun menjabat karena maju sebagai calon Bupati hingga akhirnya terpilih.

Pria kelahiran 18 April 1972 itu merupakan lulusan S1 dan S2 di Universitas Lancang Kuning Pekanbaru. Berdasarkan laporan harta kekayaan penyelenggara negara (LHKPN) di elhkpn.kpk.go.id, tercatat kekayaan Adil sebesar Rp 4,78 miliar di 2021.

Baca juga : Lapas Klas IIB Padang Sidimpuan Tandatangani MoU dengan RS Metta Medika

Jumlah tersebut turun 0,31 persen atau berkurang Rp 15,12 juta dari kekayaannya di 2020 yang sebesar Rp 4,8 miliar. Harta kekayaan Adil di 2021 terdiri dari tanah dan bangunan senilai Rp 4,36 miliar. Kemudian, harta alat transportasi dan mesin Rp 174 juta dan harta kas atau setaranya Rp 244 juta.

Sementara di 2020, harta kekayaan Adil terdiri dari tanah dan bangunan Rp 4,39 miliar yang tersebar di empat titik wilayah seperti di Kepulauan Meranti, Bengkalis, dan Pekanbaru. Selanjutnya ada juga harta transportasi dan mesin dengan total Rp 192 juta. (KRO/RD/NKRI)