Medan  

Jalan Terjal Merawat Cita-cita Konstitusi

RADARINDO.co.id – Medan : Philip Meyer seorang penulis dalam bukunya The Vanishing Newspaper terbitan tahun 2006 meramalkan akan ada hanya 1 eksemplar koran atau surat pada tahun 2044.

Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa pada tahun 2006 sejumlah survei mengungkap masa depan koran atau ofline mulai tergerus oleh penetrasi media online. Koran menghadapi gempuran yang sangat luar biasa dari media TV, radio dan internet.

Ramalan terbukti dengan fakta pada tahun 2007 terdapat sejumlah koran besar di beberapa negara mulai mengalami kebangkrutan seperti Chicago Tribune, Los Angeles Time, The Rocky Mountain News, Seatle Post Intelegencier, Philadelphia Inquiry, San Juan Stars, Kentucky Post dan sejumlah media lainnya.

Baca juga : Rayon AMPI Kecamatan Binjai Siap Menangkan SATRIA

Pada 31 Desember 2012 secara mengejutkan majalah ternama Newsweek yang telah merajai dunia pemberitaan selama 80 tahun menamatkan riwayatnya. Tidak hanya itu, tabloit Fanorama terkenal di Perancis tahun 1990-an yang memiliki oplah 100 ribu per edisi harus kandas dan gulung tikar, disebabkan informasi digital mendunia.

Di Indonesia kejatuhan koran sebagai media pemberitaan di mulai pada tahun 2016 dengan ditutupnya Harian Sinar Harapan, Harian Bola, Soccer, Jurnal Nasional, Majalah Tajuk, Prospek, dan Fortune.

Tetapi dari data Dewan Pers menggambarkan bahwa kondisi di Indonesia belum mengalami kejatuhan secara massive bahkan pada tahun 2014 terdapat peningkatan jumlah media cetak. Pada tahun 2014 tercatat 568 media cetak, meningkat 158 dari tahun 2013 yang tercatat sebesar 409. Dan untuk koran sendiri terjadi peningkatan dari 215 menjadi 311.

Walaupun begitu para pakar telah memprediksi bahwa media cetak sebagai platform akan mengalami degradasi dan suatu saat nanti akan hilang sejalan dengan perkembangan platform multimedia yang kian beragam.
RADARINDO adalah sebuah platform media cetak yang berdiri sejak tahun 2006. Media cetak RADARINDO merupakan transformasi dari KORAN RADAR yang terbit mingguan secara lokal sejak Agustus 2006.

Sejak diterbitkan sampai dengan saat ini manajemen KORAN RADAR GROUP (media online RADARINDO.co.id, media online KOREKSI.co.id, media cetak KOREKSI, media cetak KORAN DETIK dan media cetak KORAN BRITANIA) akhirnya terkena dampak.

Mengalami pasang surut dan jatuh bangun untuk mempertahankan eksistensinya didunia industri media adalah hal yang wajar.

Berangkat dari modal yang secukupnya dan manajemen seadanya ditengah penetrasi internet yang menyediakan media online, media KORAN RADAR GROUP tetap bertahan sebagai sarana penyampai informasi bagi semua kalangan.

Dengan tag line “Penyambung Lidah Rakyat” media online RADARINDO.co.id maupun media cetak RADARINDO yang didirikan atas cita-cita meningkatkan budaya literasi yang semakin kuat.

Budaya literasi yang kuat merupakan prasyarat untuk mencapai kecerdasan kehidupan bangsa sebagai cita-cita konstitusi yang ditetapkan founding father bangsa. Mencerdaskan kehidupan bangsa sejatinya bukan hanya tanggung jawab negara tetapi juga menuntut tanggung jawab setiap elemen bangsa termasuk peran serta media.

Kecerdasan bangsa tidak hanya bertumpu kepada kecerdasan akal tetapi juga kecerdasan moral, kecerdasan spiritual, kecerdasan kreativitas dan kecerdasan wawasan kebangsaan yang menjadi pondasi dari budaya literasi anak bangsa.

Fakta yang ada walaupun negara Indonesia sebagai pengguna internet nomor 2 terbesar di dunia namun tidak tegak lurus dengan kuatnya budaya literasi bangsa. Budaya literasi bangsa Indonesia masih jauh tertinggal dibandingkan bangsa-bangsa yang berada di kawasan regional.

Baca juga : Syah Afandin Lepas Ratusan Peserta ISSI Lomba Balap Sepeda Kejurkab Langkat

Apalagi bagi kalangan bawah yang memiliki keterbatasan biaya untuk membeli paket internet sudah barang tentu memiliki sumbatan informasi sebagai penghambat budaya literasi. Demikian juga di kalangan pelajar yang pada saat ini memiliki keterbatasan kreativitas disebabkan sebagian besar waktunya habis digunakan untuk berselancar di dunia maya yang belum tentu kontain yang dilihat bersinggungan dengan dunia pendidikan dan pengembangan karakter generasi muda harapan bangsa.

Bung Ratno sebagai penggagas, pendiri sekaligus Pemimpin Redaksi KORAN RADAR GROUP bersama Pemimpin Perusahaan, Erick Kurniawan dan Wakil Pemimpin Umum, Sehat Sembiring menyampaikan bahwa pada masa keemasan koran sebagai landskap media cetak kita bisa melihat banyak warung makan, warung kopi, dipersimpangan lampu merah, di kantor- kantor.

Bahkan di sekolah dan ruang publik terdapat pajangan koran yang dibaca oleh semua kalangan baik kalangan atas, menengah maupun kelompok termarjinalkan. Di Kampus dan di sekolah Koran dan Majalah dikliping sebagai kreativitas menjadi majalah dinding (Mading). Di lobby kantor instansi maupun hotel terdapat pajangan koran dan majalah sebagai bahan bacaan bagi pegawai maupun tamu.

Dipersimpangan lampu merah ramai loper koran menjajakan koran dan majalah sebagai sumber nafkah bagi mereka. Kondisi tersebut saat ini sangat jarang kita temukan lagi.

Koran sebagai platform media cetak yang telah bermanfaat bagi masyarakat untuk melek baca dan menjadi sarana penyaluran literasi anak bangsa hampir hilang tergerus oleh perkembangan media online. Persaingan tidak seimbang. Saat ini masyarakat lebih memilih platform media online untuk mendapatkan akses berita dan informasi.
Hal tersebut dikarenakan platform media online melalui penetrasi internet lebih mudah, murah, dan cepat.

Walaupun demikian manajemen KORAN RADAR GROUP dengan sekuat tenaga akan tetap dipertahankan dan tetap terbit ditengah-tengah gempuran media online dan naiknya ongkos produksi.

Menyadari sepenuhnya bahwa koran merupakan sarana yang efektif terutama bagi kalangan bawah untuk mendapatkan informasi dan budaya literasi yang semakin kuat sebagai peran serta mencerdaskan kehidupan bangsa sebagaimana cita-cita cita konstitusi.

Selain itu koran juga merupakan platform media dapat membuka lapangan kerja yang lebih luas untuk mengurangi tingkat pengangguran. Perencanaan dan strategi terus dilakukan untuk mempertahankan eksistensi media cetak dan media online sebagai wadah peran serta media merawat cita-cita konstitusi.

Salah satu langkah yang diambil adalah konvergensi antara media cetak RADARINDO dengan media online RADARINDO.co.id yang menjadi transformasi dari KORAN KORAN RADAR.

Baca juga : Pj Walikota Padangsidimpuan Hadiri Upacara HUT ke-79 TNI

Selain itu juga tetap dilakukan kerjasama dengan investor yang akuntabel.
Dilain pihak pihak manajemen tetap mengupayakan kerjasama dengan lembaga dan instansi yang ada di daerah untuk memperlancar sirkulasi bagi peningkatan oplah serta pemasangan iklan guna peningkatan pendapatan media.

Intinya bahwa peran serta produk industri KORAN RADAR GROUP untuk merawat cita-cita konstitusi dan menderteminasi moral hazard bangsa melalui pemberitaannya dapat dipertahankan eksistensinya. Tentunya berkeinginan luhur dari pendiri maupun insan media cetak RADARINDO membutuhkan dukungan semua pihak terutama dari instansi pemerintah, BUMN, BUMD, Swasta, dunia pendidikan maupun dari tokoh-tokoh partai politik, masyarakat, LSM, Ormas dan OKP. Semoga…. (KRO/Tulisan: Wakil Ketua DPW IWOI Sumatera Utara/ Sehat Sembiring, ST).