Jual Beli Bayi di Medsos Terungkap, 6 Pelaku Diringkus

RADARINDO.co.id – Malang : Polisi berhasil mengungkap dan menangkap 6 pelaku penjualan bayi di medsos. Pengungkapan berawal darı perempuan berinisial DNS (26) warga Kelurahan Songgokerto, Kota Batu, yang mengadopsi bayi laki-laki dengan cara membeli dari seseorang seharga Rp19 juta.

Baca juga: Diduga Gegara Dikejar Gerombolan Bersajam, Dua Warga Tewas Kecebur di Kali

Dari kasus ini, polisi meringkus enam tersangka yakni DNS (26) ibu muda asal Kelurahan Songgokerto, Kota Batu, selaku pembeli bayi. Kemudian AS (32) perempuan warga Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo, selaku penjual bayi sekaligus perantara bayi, AI (45) dan MK (45) selaku sopir yang mengemudikan mobil untuk menemui DNS bersama AI di Jalan Raya Songgokerto, Kota Batu, keduanya asal Kelurahan Wadung Asri, Waru, Kabupaten Sidoarjo.

Dua pelaku lainnya yakni RS (21) laki-laki asal Desa Sumberkepuh, Kecamatan Tanjunganom, Kabupaten Nganjuk, dan KK (42), merupakan warga Koja, Jakarta Utara.

Wakapolres Batu, Kompol Danang Yudanto menjelaskan, DNS ibu muda tertangkap usai mengadopsi bayi secara ilegal, dengan membeli bayi itu darı seorang perempuan. DNS, yang sudah berumahtangga hampir tiga tahun itu membeli bayi laki-laki dari AS (32), warga Kecamatan Waru, Kabupaten Sidoarjo.

“Unit PPA Polres Batu melaksanakan penyelidikan (terhadap DNS) didapatkan hasil bahwasanya anak atau bayi tersebut bukanlah anak kandungnya, namun hasil dari membeli lewat Facebook,” ucap Danang Yudanto, di Mapolres Batu, Jum’at (03/1/2025) melansir okezone.

Saat ditelusuri, ternyata DNS mendapat bayi itu usai berkenalan dengan AS di grup Facebook bernama Adopsi Bayi dan Bumil. Ketika ditelusuri, bayi itu didapat dari seorang perempuan berinisial AS, asal Waru, Kabupaten Sidoarjo, yang menjadi makelar penjualan bayi.

Baca juga: Oknum Guru Diduga Lecehkan Siswinya, Paksa Cium dan Pegang Alat Vital

Bayi itu diketahui berasal dari Koja, Jakarta Utara, dari seseorang berinisial KK, yang juga turut diamankan oleh kepolisian. Bayi itu diketahui berumur tujuh hari pasca dilahirkan, dengan kondisi masih kuning atau belum stabil, sehingga saat ini dirawat di RS Bhayangkara Hasta Brata, Kota Batu. (KRO/RD/OKZ)