RADARINDO.co.id – Polman : Kementerian Pertanian (Kementan) menyelidiki kematian sapi kurban pilihan Presiden Prabowo Subianto di Dusun Kemiri, Desa Kebun Sari, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Sulawesi Barat.
Direktur Kesehatan Hewan Kementan, Imron Suandy mengatakan, proses investigasi akan dilakukan secara cepat, akurat, dan transparan.
Baca juga: 9 dari 11 Tahanan Polres Kampar yang Kabur Berhasil Ditangkap, 2 Masih Diburu
“Ini bentuk keseriusan pemerintah dalam menjaga kesehatan ternak rakyat dan keberlangsungan program bantuan masyarakat (Banmas),” ujar Imron dalam keterangannya, Sabtu (17/5/2025).
Kementan melalui Balai Besar Veteriner (BBVet), Maros juga mengirim tim ke lapangan untuk mengambil sampel dan melakukan uji laboratorium.
Penelusuran dilakukan bersama UPTD Kesehatan Hewan Kabupaten Polewali Mandar, Pejabat Otoritas Veteriner, serta Dinas Peternakan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Barat.
Indikasi awal tidak ditemukan tanda-tanda klinis dan patologis yang mengarah pada potensi penyakit hewan yang menular ke manusia.
Hasil pengujian laboratorium dari BBVet Maros akan menjadi dasar ilmiah dalam menentukan penyebab kematian sapi tersebut. “Temuan ini juga akan dijadikan acuan dalam memperkuat sistem pencegahan penyakit ternak ke depan,” kata Imron.
Selain investigasi, pemerintah juga menekankan pentingnya penguatan manajemen pemeliharaan ternak di tingkat peternak penerima bantuan. Hal ini mencakup kebersihan kandang, penyediaan pakan bermutu, perlindungan kandang dari gangguan hewan liar, serta vaksinasi dan pemberian suplemen untuk meningkatkan daya tahan tubuh ternak.
Baca juga: Bikin Resah, Kapolri Tegaskan Berantas Aksi Premanisme
Diketahui, sapi kurban Presiden Prabowo yang rencananya akan disumbangkan untuk masyarakat Sulawesi Barat pada perayaan Idul Adha mendatang, ditemukan mati mendadak di kandangnya di Desa Kebun Sari, Kecamatan Wonomulyo, Kabupaten Polewali Mandar, Kamis (16/5/2025) pagi.
Sapi berjenis Simmental dengan bobot lebih dari 1 ton tersebut sebelumnya dalam kondisi sehat, tetapi tiba-tiba roboh dan menggelepar di kandang. (KRO/RD/Komp)







