RADARINDO.co.id : Pisang adalah salah satu buah yang paling mudah ditemukan di Indonesia. Meski harganya tergolong terjangkau, namun mengkonsumsi pisang sangat baik untuk kesehatan tubuh.
Tak hanya bisa dimakan langsung, pisang dengan jenis tertentu juga sangat enak jika direbus. Bahkan, mengkonsumsi pisang rebus juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan tubuh. Berikut beberapa manfaat pisang rebus bagi kesehatan tubuh.
Baca juga: Tak Banyak Orang Tahu, Buah Ini Bagus untuk Kesehatan Ginjal
Turunkan tekanan darah
Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. Pisang mengandung kadar kalium tinggi, mineral penting yang membantu menjaga tekanan darah tetap stabil. Kalium bekerja dengan mengimbangi efek natrium dalam tubuh, sehingga tekanan darah dapat dikendalikan dengan lebih baik.
Menjaga kadar kolesterol
Pisang rebus juga bisa menjaga kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah. Pisang yang belum matang mengandung pati resistan yang memiliki efek positif terhadap penurunan kolesterol.
Turunkan berat badan
Masih terkait kandungan serat dan pati resistan yang tinggi pada pisang hijau, kedua kandungan ini bisa memberikan rasa kenyang lebih lama. Hal ini tentu bisa membantu mengurangi asupan kalori harian.
Selain itu, pati resistan berperan mirip serat dalam saluran pencernaan, membantu mengontrol gula darah dan menurunkan kadar kolesterol. Fungsi ini sangat membantu dalam mengurangi berat badan.
Mengontrol kadar gula darah
Pati resistan dalam pisang hijau rebus juga berfungsi memperlambat pelepasan glukosa ke dalam darah. Hal ini penting untuk menjaga kestabilan gula darah, terutama bagi penderita diabetes.
Baca juga: Hindari Makanan Ini untuk Cegah Kanker Usus
Menjaga kesehatan ginjal
Kalium dalam pisang rebus sangat penting untuk fungsi ginjal yang sehat dan pengaturan tekanan darah. Penelitian menunjukkan asupan kalium yang cukup dapat memperlambat perkembangan penyakit ginjal kronis pada tahap awal. Namun, bagi penderita penyakit ginjal stadium lanjut atau yang menjalani dialisis, konsumsi kalium perlu dibatasi. (KRO/RD/CNN)







