Ketua DPRD Madina Jadi Tersangka Dugaan Suap

14

RADARINDO.co.id – Mandailing Natal : Polda Sumut menetapkan Ketua DPRD Mandailing Natal (Madina), Erwin Efendi Lubis sebagai tersangka kasus dugaan suap seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di Madina.

Baca juga : Edukasi Agar Warga Tak Gagal Paham, PTPN II Sosialisasikan TanahEx HGU 5.873,06 Ha

Sebelumnya, Erwin sempat diperiksa pihak kepolisian terkait kasus tersebut. “Ya, betul (tersangka),” kata Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hadi Wahyudi, melansir detik, Selasa (11/6/2024).

Namun, mantan Kapolres Biak Papua itu belum memerinci tanggal penetapan tersangka Erwin. Hadi juga belum menjelaskan apakah Erwin ditahan usai berstatus sebagai tersangka.

Dirreskrimsus Polda Sumut Kombes Andry Setyawan juga enggan menjelaskan soal informasi penetapan tersangka itu. Dia menyebut semuanya telah berproses. “Semuanya sudah berproses,” kata Andry saat dikonfirmasi.

Baca juga : Pejabat Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman Kota Medan Bisa Diseret ke Pengadilan Tipikor

Sebelumnya, penyidik Ditreskrimsus Polda Sumut juga memeriksa Bupati Madina Jafar Sukhairi Nasution, Wakil Bupati Madina Atika Azmi Utammi Nasution dan Sekda Madina Alamulhaq Daulay. Selain itu, Polda Sumut juga sudah terlebih dahulu menetapkan enam tersangka dalam kasus seleksi PPPK itu.

Adapun keenam tersangka itu, yakni Kadis Pendidikan Madina Dollar Hafriyanto Siregar, Kepala BKD inisial AHN, Kasi Dikdas inisial HS, Bendahara Disdik berinisial SD, Kasubbag Umum inisial ISB dan Kasi Dik Paud inisial DM.

Awalnya, petugas kepolisian menangkap Dollar dan menetapkannya sebagai tersangka. Dollar meminta uang ke peserta seleksi PPPK dengan total sekitar Rp 580 juta. Menurut Polisi, ada sekitar Rp 64 juta uang tunai yang diamankan dari Dollar atas kasus tersebut. (KRO/RD/Dtk)