Managemen PTPN III Kebun Sei Silau Hadiri Mediasi Terkait Kematian Ternak

144

RADARINDO.co.id – Asahan : Tiga belas ekor ternak sapi/lembu milik warga di Kecamatan Buntu Pane Kabupaten Asahan Sumatera Utara mati di parit bekoan area perkebunan sawit PTPN III Kebun Sei Silau, Rabu (13/9/2023) lalu.

Untuk menanggapi hal tersebut, pihak Camat Buntu Pane akhirnya melaksanakan mediasi dengan menghadirkan warga dan pihak managemen Kebun Sei Silau, di Aula Kantor Camat Buntu Pane, Jum’at (15/9/2023).

Baca juga : Entah Siapa Yang “Gerot” Kanal Marindal Kering Kenapa Medan Banjir


Hadir dalam kegiatan tersebut, Camat Buntu Pane Rahmad Hidayat Rambe, SI.P, Kapolsek Prapat Janji Jt Siregar Danramil Prapat Janji, Kepala Desa Mekarsari, Kepala Desa Perkebunan Sei Silau, Askep PTPN III Kebun Sei Silau Siswoyo Saputra, Asisten Personalia Kebun Sigit Bambang, serta warga pemilik ternak.

Camat Buntu Pane, Rahmat Hidayat Rambe S.IP memaparkan maksud dan tujuan mediasi tersebut. Yakni, terkait matinya beberapa ekor ternak lembu yang secara kebetulan berada di areal perkebunan sawit Kebun Sei Silau.

Kapolsek Prapat Janji, JT Siregar juga menyampaikan bahwa kejadian ini sudah menjadi atensi pihaknya yang hingga kini sedang dalam proses penyelidikan dan sudah dilakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara).

“Kita juga telah bekerjasama dengan Dinas Peternakan Kabupaten Asahan dalam pengecekaan penyebab kematian hewan ternak ini. Agar masyarakat sabar menunggu hasil laboraturium yang dilaksanakan Dinas Peternakan, apa hasilnya nanti akan segera kami sampaikan,” ujar JT Siregar.

Dalam sesi tanya jawab, beberapa warga pemilik hewan ternak menyampaikan aspirasinya kepada Managemen Kebun Sei Silau. Warga tidak menuntut ganti rugi atas peristiwa matinya hewan ternak ini.

Baca juga : Perumda Tirtanadi Akan Lakukan Gugatan Hukum Soal AJB Bumiputera

Namun, Masyarakat meminta agar Kebun Sei Silau mengadakan sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat agar paham atas kebijakan Kebun Sei Silau. Serta berharap agar kedepannya antara masyarakat dan pihak Kebun Sei Silau dapat bersinergi khususnya dalam menjaga areal tanaman ulang.

Menanggapi aspirasi dari masyarakat, Askep Kebun Sei Silau, H. Siswoyo Saputra menyebut bahwa pihaknya telah memberitahukan secara lisan maupun tulisan kepada masyarakat sebelum melakukan tanaman ulang (TU). ”Kami sudah sampaikan pemberitahuan jauh sebelum kami melakukan TU, baik itu secara surat serta secara lisan kepada sebagian masyarakat peternak yang ada di sekitar kebun Sei Silau. Kami sangat menyayangkan dan juga turut prihatin atas kejadian ini, kami juga berharap dengan diadakannya pertemuan ini kejadian serupa tidak akan terulang lagi,” ucap H. Siswoyo. (KRO/RD/N)