RADARINDO.co.id – Medan : Pihak Medan Zoo, Sumatera Utara menjadi sorotan publik setelah kematian tiga ekor harimau dalam kurun waktu dua bulan. Setelah kasus fatal kematian satwa-satwa yang terancam punah, terkuak pula masalah lain di Medan Zoo.
Sebagai Perusahaan Umum Daerah (PUD) milik Pemerintah Kota Medan, Medan Zoo ternyata belum menggaji pegawainya selama empat bulan terakhir. Selain itu, karena tidak sanggup, Medan Zoo terpaksa berutang ke vendor untuk membeli pakan satwa.
Baca juga : Ditlantas Polda Sumut Ikut Rapat Forum Lalulintas
Menurut Manager Medan Zoo, Pernius Harefa, pihaknya tengah mengalami masalah finansial. Menurutnya, hal tersebut lantaran jumlah pengunjung ke Medan Zoo saat ini semakin minim. Pendapatan Medan Zoo sendiri murni berasal dari penjualan tiket pengunjung.
Pernius mengatakan, Medan Zoo tidak menerima bantuan dari Pemerintah Kota Medan. Dia berharap ada perhatian dari pemerintah untuk memperbaiki situasi yang terjadi di Medan Zoo. “Kita enggak ada APBD. Ya itu lah, mohon perhatian lah terutama pemerintah,” kata Pernius, dikutip dari cnnindonesia, Kamis (11/1/2024).
Baca juga : Ditetapkan KPK Jadi Tersangka Dugaan Suap, Dirut PT CLM Ajukan Praperadilan
Sebelumnya, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) telah menyatakan pengelolaan satwa di Medan Zoo tidak memenuhi standar.
Untuk animal walfare, fasilitas kandang, dan tata kelola lingkungan, Medan Zoo dinilai belum memenuhi standar pengelolaan lembaga konservasi. Hal itu setelah BBKSDA Sumut melakukan pemantauan terhadap Medan Zoo sejak April 2023.
“Hal ini terlihat dari kandang satwa buas yang kurang baik seperti kandang yang sudah mulai rusak dan lembap mengakibatkan penurunan kesehatan satwa,” ungkap Kepala BBKSDA Sumut, Rudianto Saragih. (KRO/RD/CNN)






