Mantan Kapus Desa Huta Godang Ingin Bunuh Diri, Ibu Kandung Malah Jadi Korban

747 views

RADARINDO.co.id – Labusel : Seorang warga Dusun Sampean Barat Desa Sampean Kecamatan Sungai Kanan, Kabupaten Labuhanbatu Selatan (Labusel) berinisial DH (48 ), ingin bunuh diri.

Perbuatan yang tak layak dicontoh itu dilakukan DH diduga lantaran depresi dimutasi kerja.

Dari informasi yang dihimpun, DH terkenal sosok yang suka bergaul, bahkan baik dan ramah kepada masyarakat saat dirinya masih menjabat sebagai Kepala Puskesmas (Kapus) di Hutagodang.

Baca Juga : 5 Orang Jadi Saksi Dalam Sidang Perkara Minyak Goreng


DH menjabat sebagai Kepala Puskesmas Desa Hutagodang di masa pemerintahan Bupati Labusel, H Wildan. Namun, sejak memiliki pemimpin baru, DH tidak lagi memangku jabatan sebagai Kapus Hutagodang.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, ibu empat anak tersebut dimutasi kerja ketempat yang lebih jauh dari tempat tinggalnya yakni ke Puskesmas Tanjung Medan Kecamatan Kampung Rakyat. Diduga, sejak dimutasi kerja, DH sangat sedih dan tertekan.

Lantaran tidak terima atas keputusan pimpinannya, DH diduga mengalami depresi hingga nekat ingin melakukan bunuh diri.

Bagi DH, pemutasian kerja dari Puskesmas Desa Hutagodang Kecamatan Sungai Kanan ke tempat yang baru di Puskesmas Tanjung Medan Kecamatan Kampung Rakyat, merupakan hal yang tidak wajar karena dirinya harus menempuh setidaknya sekitar 2 jam perjalanan dari kediamannya.

Hingga pada, Jum’at (11/11/2022) pagi sekitar pukul 4,30, kejadian tragis pun terjadi. DH nekat ingin membakar dirinya dengan menyiramkan minyak tanah ke sekujur tubuhnya di hadapan ibu kandungnya berinisial ND (53).

Melihat hal tersebut, ND berusaha mencegah niat DH dengan merebut minyak tanah yang ada dalam botol dan mancis dari tangan DH.

Diduga, tubuh ibu kandung DH turut tersiram minyak tanah. Mancis ditangan DH yang saat itu dalam kondisi menyala, menyulut dan membakar tubuh ND, hingga menewaskan ibu kandung DH.

Baca Juga : Ratusan Warga Desa Huta Godang Blokade Jalan PT STA Tanjung Marulak

Pimpinan DPRD Kabupaten Labuhanbatu Selatan, H Zainal Harahap membenarkan atas peristiwa tragis tersebut.

“Kami dari unsure pimpinan DPRD Kabupaten Labuhanbatu Selatan sudah berupaya mencoba membicarakan hal ini kepada Bupati agar ibu DH kembali bekerja di Puskesmas Desa Hutagodang. Namun, Bupati tidak respon sedikit pun. Bahkan Bupati menyatakan kalau dia tidak tau menau tentang hal itu dan tidak ada kaitan dengan dirinya,”kata H.Z

Kasus tersebut kini sudah ditangani pihak terkait, dan saat ini polisi masih mendalami motif peristiwa tersebut serta masih memanggil sejumlah saksi untuk diambil keterangannya. (KRO/RDR/NAS)